Makanya Bilang Ya …

Makanya Bilang Ya …

Penjual: "Iya baik bu, barang ibu akan dikirim sore ini"

Keesokan harinya

Pembeli: "Selamat siang mba, maaf saya belum terima notifikasi pengiriman. Tolong kirimkan nomor resinya ya"

Satu jam berlalu

Pembeli: "Mba, mana nomor resi nya. Barang saya sudah dikirim belum?"

Satu jam berlalu. Kebetulan pembeli melihat status chat penjual sedang online. Pembeli langsung mengirimkan pesan lagi.

Pembeli: "Mba, kok chat saya ngga dibalas? Ini sudah siang dan belum ada kabar barang saya bagaimana. Tolong kirimkan nomor resinya". Pembeli sudah mulai kesal.

Satu jam berlalu lagi dan pembeli sudah sangat kesal. Satu jam lalu penjual terlihat online namun chat tidak juga dapat balasan.

Pembeli: "Halloooww mbaaa,,, sekali lagi chat saya ngga ada respon, saya akan cancel dan laporkan toko online Anda"

Setengah jam kemudian

Penjual: "Selamat sore ibu,, maaf saya baru memberi respon sekarang. Maaf sudah membuat ibu kecewa karena sebenarnya saya belum berani respon chat ibu dari tadi. Pesanan ibu baru saja selesai dikerjakan dan sedang menunggu dijemput kurir"

Pembeli: "Kenapa baru dikirim sore ini sedangkan mba menjanjikan akan dikirim kemarin?. Sudahlah pesanan saya belum dikirim, mba masih juga mengabaikan chat  pembeli. Mba benar benar ngga faham etika jual beli ya!".

Penjual: "Sekali lagi saya minta maaf ibu. Izinkan saya menjelaskan sebab pesanan ibu baru bisa dikirim. Jadi begini bu, bla...bla...bla... dan bla...bla...bla..."

Pembeli: "Kenapa mba ngga info dari kemarin atau tadi pagi? Saya sudah berharap pesanan saya bisa saya terima besok. Dan Bla...bla...bla..."

Chat masih berlanjut. Dan setelah penjual beberapa kali minta maaf disertai emotikon sedih, akhirnya pembeli dapat menurunkan emosinya dan memakluminya.

***

Pernah ada di salah satu posisi tersebut diatas? Kebetulan percakapan diatas itu adalah percakapan saya sendiri yang mengalaminya. Posisi saya adalah sebagai pembeli. Dari awal chat dengan penjual, saya sudah mendapat konfirmasi bahwa pesanan bisa dibuat dalam satu hari, lalu keesokan harinya pesanan akan dikirim dengan kurir tercepat. Kebetulan saya membutuhkan barang tersebut untuk dijadikan kado perpisahan rekan kerja. Jadi saya butuh barang tersebut cepat sampai. Bagaimana jadinya kalau barang terlambat sampai di rumah sementara rekan kerja saya besoknya sudah resign. Kan tidak lucu kalo kadonya menyusul dikirim ke rumah. Untung saja masih ada jeda waktu satu hari sebelum hari H, sehingga barang bisa diserahkan tepat waktu ke rekan kerja.

Akar masalah tersebut adalah komunikasi. Dalam berbagai hal kegiatan, komunikasi adalah bagian terpenting dalam berinteraksi. Antara penjual dan pembeli, orang tua dan anak, guru dan siswa, atasan dan bawahan dan lain sebagainya. Semuanya perlu berkomunikasi. Oleh karena itu sangat diharapkan semuanya mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik agar tercipta hubungan interaksi yang nyaman.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa definisi Komunikasi adalah Penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Kita sebagai manusia mempunyai sifat dasar yang dibawa sejak lahir yaitu sifat rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu manusia diungkapkan dengan cara mengamati, menanyakan atau bahkan dengan melakukan penelitian. Makanya wajar ketika kita sangat membutuhkan informasi yang terkait dengan kebutuhan kita, kita pasti akan punya banyak pertanyaan.

Kembali pada bahasan komunikasi. Komunikasi yang baik pasti akan memberikan kenyamanan. Bahkan saking pentingnya berkomunikasi sampai ada perkuliahan Ilmu Komunikasi sendiri. Tapi disini kita tidak perlu membahas secara detail, apa yang dimaksud dengan komunikasi yang baik, karena pasti akan membutuhkan waktu satu semester atau satu tahun seperti sedang kuliah hehee… Tapi setidaknya secara garis besar kita semua pasti sepakat bahwa dalam komunikasi yang baik diperlukan tutur kata yang baik, keterbukaan, informasi yang jelas dan tentu saja dibarengi senyuman jika kita sedang kebetulan sedang berhadapan muka. Atau kalaupun komunikasi sedang dilakukannya melalui chat, senyuman dapat kita hadirkan melalui emotikon yang tersedia. Senyuman juga adalah termasuk komunikasi non verbal. Komunikasi non verbal yang satu ini yang sering dilupakan oleh sebagian orang. Padahal pengaruhnya dapat menjadi sangat luar biasa jika dihadirkan.

Selain itu, yang juga tak kalah penting diperlukan dalam berkomunikasi adalah adanya keberanian untuk mau memulakan komunikasi yang baik. Dari contoh yang saya paparkan diatas, dapat disimpulkan bahwa pihak penjual sejak awal tidak mempunyai keberanian untuk menjelaskan keadaannya terlebih dahulu, sementara pembeli sudah sangat berharap mendapat kabar secepatnya. Padahal akan lebih baik jika dari sebelum pembeli bertanya, penjual sudah memberikan informasi, sehingga ketegangan berkomunikasi dapat dicegah semaksimal mungkin.

Saat ini media informasi kita dibanjiri oleh berita artis kawin cerai, cekcok tetangga, debat politisi, dll, yang penyebabnya tidak jauh jauh karena sudah tidak adanya kejujuran, salah satu pihak memulakan berkata kasar dan juga adanya kesalahfahaman berkomunikasi. Sesimpel itu kita bisa tarik benang merahnya.

Andai semua pihak mau berani memulakan komunikasi dengan saling bertutur kata yang baik dan saling terbuka, tentu saja semua masalah di dunia ini dapat diminimalisir. Pada dasarnya semua masalah dapat dicarikan solusinya, maka dari itu semua pihak harus sama-sama mau dan mampu berkomunikasi yang baik agar dapat tercipta hubungan interaksi yang nyaman.

Sekedar mengingatkan kembali, bahwa salah satu kata yang baik dan sangat sakti sebagai pembuka komunikasi dan juga bisa dijadikan sebagai obat pereda kemarahan adalah kata “Maaf”. Awali kalimat pembuka dengan kata maaf atau juga dengan sekalian meminta maaf juga boleh jika memang sedang ada masalah. Coba saja kita rasakan apabila ada yang meminta maaf ketika kita sedang marah. Bagaimana rasanya? Amarah kita agak mereda kan? Begitupun dengan orang lain ketika marah lalu mendengar kita mengucap kata maaf, bisa dipastikan kemarahannya akan sedikit mereda juga. Kalau sudah begitu, silahkan lanjutkan dengan berkomunikasi yang baik sesuai kebutuhan. Jangan lupa dibarengi dengan senyuman yaa… dijamin semua keadaan akan menjadi baik baik saja. Minimal tidak akan terjadi masalah lain yang seharusnya tidak perlu terjadi.