Korona Terkendali, Ayo Berbenah Diri

Mulailah hidup dengan tatanan baru, di bidang Keuangan, Pendidikan, dan Sosial, karena korona sudah terkendali. Namun, tetap waspada karena korona belum sepenuhnya sirna. boleh lega tapi jangan euforia karena segala sesuatunya bisa saja berubah tanpa disangka.

Korona Terkendali, Ayo Berbenah Diri
Waspada Covid-19

 

            Rasa lega sudah membayang walau belum sepenuhnya dapat dialami oleh seluruh rakyat Indonesia. Sekalipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus diperpanjang, semua itu ditetapkan oleh pemerintah semata-mata karena kepedulian pemerintah kepada seluruh rakyatnya. Jadi tak elok mengeluh, menggerutu dan pesimis karena semua peraturan yang ditetapkan harus dipatuhi.

            Sekalipun kini kasus penularan korona yang berujung pada kematian itu sudah cenderung menurun setiap harinya, sehingga dapat dikatakan bahwa korona sudah berhasil dikendalikan namun, wabah yang satu ini belum benar-benar enyah dari bumi Indonesia. Oleh karena itu, bagaimanapun juga kita harus tetap waspada karena santer berita tentang masuknya varian-varian baru yang sangat menggelisahkan. Disebut akan ada gelombang ke tiga yang semakin ganas. Biarlah semua ‘ancaman’ itu menjadikan kita semakin siap-siap untuk menangkalnya agar tidak sampai terjadi berulang.

            Mencegah pasti lebih baik daripada mengobati, dengan menerapkan perpanjangan PPKM dan percepatan vaksinasi secara menyeluruh menunjukkan bahwa kesungguhan segala usaha dan doa-doa yang dipanjatkan seluruh warga bangsa merupakan bentuk kerukunan, semangat kegotongroyongan dan sikap terpuji untuk saling menjaga dan saling peduli di antara kita. Biarlah memuncaknya wabah korona pada bulan Juli 2021 yang lalu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Ke depannya kita diajarkan untuk menjaga pola hidup tertib, bersih, disiplin, patuh pada aturan dan kemudian mulailah berbenah diri.

            Belajar hidup dengan tatanan baru di segala bidang, karena korona belum sepenuhnya sirna. Memang kita boleh bangga bisa menekan tingkat penularan dan kematian gara-gara korona. Situasi yang dulunya benar-benar mencemaskan kini mulai  sedikit lega namun, segala sesuatunya bisa saja berubah tanpa disangka. Semoga rasa lega itu tidak berlangsung hanya sementara, maka kita harus tetap menaruh kepedulian terhadap sesama. Mengajarkan dan mendidik serta terus menggaungkan arti penting kesehatan kepada seluruh warga masyarakat dan tak henti-hentinya memberikan pemahaman yang mendalam bahwa kondisi Indonesia dan bahkan dunia belum sepenuhnya aman. Biarlah kiranya pelonggaran-pelonggaran yang diberikan secara bertahap kita sambut dengan lega tanpa euforia.

Seperti apa itu berbenah diri?

            Arti kata berbenah diri adalah memperbaiki menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menurut KBBI arti kata berbenah adalah berkemas-kemas. Dapat juga dimaknai dengan beres-beres. Lalu apa saja yang harus dibenahi? Berikut adalah beberapa tips yang sekiranya dapat dilakukan:

  1. Di bidang keuangan;

Menjelang pandemi covid-19 usai, segera tata kembali finansial yang sempat terguncang. Tetap menjalankan hidup hemat dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga secara urutan prioritas, bukan lalu lepas kendali dengan mengejar keinginan yang sekian lama ‘terkekang’. Selalu cadangkan pengeluaran tak terduga dan tetap pertahankan cara hidup efisien dan sederhana.  

 

  1. Di bidang pendidikan;

Mengeluarkan uang/biaya untuk keperluan pendidikan bukanlah seperti orang belanja, karena biaya pendidikan adalah investasi. Investasi terbaik – investasi masa depan – investasi jangka panjang. Oleh karena itu, alokasikan dan rencanakan dengan sebaik-baiknya kebutuhan yang satu ini. Picu dan pacu prestasi anak-anak agar meraih yang terbaik, karena ada begitu banyak peluang bea siswa yang disediakan oleh pemerintah, baik dalam maupun luar negeri.

Orang yang telah mendapatkan pendidikan secara lebih layak diharapkan akan memiliki pengetahuan untuk berbuat baik yang lebih. Pendidikan adalah perjalanan panjang dalam proses menjadi manusia yang sangat penting bagi sebuah kehidupan. Investasi pendidikan akan lebih bertahan sepanjang masa dan sangat berharga bila dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya. Sebagaimana Benjamin Franklin katakan bahwa investasi dalam pengetahuan memberikan bunga terbaik. Sedangkan Nelson Mandela menyebutkan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia.

 

  1. Di bidang sosial;

Kemajuan teknologi kini tak terbendung lagi. Kiblat dunia sudah berubah, bukan yang kuat mengalahkan yang lemah atau yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang cepat pasti mengalahkan yang lambat, waktu berjalan terus dan tidak akan menunggu. Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tidak pernah berhenti mengajarkan. Pendidikan itu tidak hanya berlangsung di dalam kelas, bukan hanya tugas guru saja melainkan bagaimana kita berinteraksi dengan masyarakat.

Perubahan-perubahan yang terus-menerus terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap sosial dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial terjadi karena dorongan-dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri (adaptasi) terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.

Adaptabel dan fleksibel (adaptability and flexsibility) manusia dalam menjalani kehidupan sangat diperlukan terutama terhadap hal-hal baru. Jangan membiarkan diri terus-menerus tinggal dalam zona nyaman (comfort zone), manusia perlu berubah karena segala sesuatu yang ada di dunia ini pastinya berubah dan hanya satu yang tidak pernah berubah yakni perubahan itu sendiri. Akhirnya penulis mengajak kepada seluruh pembaca yang budiman, mari kita berpikir dan bertindak dinamis. Pandai-pandailah  mengidentifikasi masalah dan peluang, kemuidian segeralah bergerak dan meresponnya dengan cepat. Menyongsong hari depan kita harus berpikiran terbuka, karena segala sesuatu nantinya sangat memerlukan perpaduan technical skills dan soft skills. Mumpung korona sudah terkendali, mari kita segera berbenah diri.

 

Jakarta, 21 September 2021

Salam penulis: E. Handayani Tyas; Universitas Kristen Indonesia – tyasyes@gmail.com