Karius dan Dosa Masa Lalunya

Yang membedakan penjaga gawang dengan pemain di posisi lain saat melakukan blunder adalah kemungkinan blunder tersebut menjadi sebuah gol.

Karius dan Dosa Masa Lalunya

Tim Nasional (Timnas) Spanyol berhasil melenggang ke babak 8 besar EURO 2020 setelah berhasil mengalahkan timnas Kroasia yang dinahkodai oleh Zlatko Dalic. Pertandingan yang dihelat di Kopenhagen, ibu kota Denmark, dihadiri oleh ribuan suporter Spanyol maupun Kroasia.

Pada pertandingan tersebut banyak sekali kejadian-kejadian yang menjadi sorotan bagi para pencinta sepak bola di seluruh dunia. Salah satunya yaitu blunder seorang Unai Simon, penjaga gawang Spanyol. Pada menit 20, gelandang Spanyol, Pedri, melakukan passing yang ditujukan ke arah Unai Simon, namun sayangnya dia gagal melakukan controll dengan baik. Hal itu menyebabkan bola tersebut masuk ke gawang Spanyol.

Selepas kejadian itu, saya menduga hal tersebut akan menjadi beban bagi timnas Spanyol terlebih Unai Simon. Kebobolan dengan cara own goal adalah momen paling menyakitkan dalam sepak bola, apalagi dalam pertandingan yang sangat krusial. Namun, dugaan saya meleset karena pada menit 38 Pablo Sarabia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1 berkat gol yang diciptakannya lewat kaki kiri yang memanfaatkan bola rebound. Alhasil, Spanyol dapat bangkit kembali memimpin jalannya pertandingan.

Blunder atau kesalahan fatal yang dilakukan oleh seorang penjaga gawang bukanlah hal tabu dalam dunia sepak bola. Walaupun segala macam teknis sudah dipersiapkan, suatu kesalahan tidak akan pernah bisa dihindari. Sebenarnya, semua pemain dalam posisi apa pun memiliki kemungkinan untuk melakukan blunder. Yang membedakan penjaga gawang dengan pemain di posisi lain saat melakukan blunder adalah kemungkinan kesalahan tersebut menjadi sebuah gol.

Misalnya, ketika seorang gelandang melakukan blunder, kemungkinan terjadinya gol karena kesalahan si gelandang tersebut sangat kecil, karena kesalahan yang dia perbuat masih bisa di-back up oleh bek atau penjaga gawang. Lain halnya ketika seorang penjaga gawang yang melakukan blunder. Sebagai ”the last man standing” tentunya memiliki beban yang lebih berat dari pemain di posisi lain. Ketika seorang penjaga gawang melakukan blunder, maka kemungkinan terjadinya gol yang disebabkan oleh kesalahannya sangatlah besar, karena dia adalah orang terakhir di pertahanan suatu kesebelasan. Itulah kenapa penjaga gawang selalu menjadi sorotan ketika melakukan blunder.

Cibiran pun mulai tertuju kepada Unai Simon setelah melakukan blunder tersebut. Bahkan, saat pertandingan masih berjalan pun sudah banyak cibiran, meme, dan lelucon yang dilontarkan untuk penjaga gawang yang bermain di klub Atlethic Bilbao ini. Tidak sedikit akun-akun media sosial yang mencibir dengan menyamakan Unai Simon dan Loris Karius. Yap, Karius, penjaga gawang Liverpool yang melakukan blunder sangat fatal di pertandingan sekrusial final UCL tahun 2018.

Ketika melihat banyak akun yang nge-troll Unai Simon yang disangkutpautkan dengan Karius, saya merasa ada something special yang melekat dalam sosok Karius. Pasalnya, setelah tragedi (bagi Karius dan penggemar Liverpool) di Kiev tahun 2018, penjaga gawang mana pun yang melakukan blunder pasti disangkutpautkan dengan Karius. Bukan hanya Unai Simon saja yang disangkutpautkan dengan Karius saat melakukan blunder. Sepanjang periode tahun 2018 hingga saat ini, saya selalu melihat cibiran, meme, atau lelucon yang ditujukan kepada penjaga gawang yang melakukan blunder lalu disangkutpautkan dengan Karius. Seakan-akan para pencinta sepak bola seluruh dunia mempunyai paradigma baru yaitu; blunder adalah Karius. Atau sebaliknya, Karius adalah blunder.

Mungkin paradigma tersebut bisa terbentuk karena dosa Karius di masa lalu. Blunder yang dilakukan Karius sangatlah fatal, apalagi itu adalah partai final yang sangat krusial. Akibat blunder yang dilakukannya, Real Madrid dengan mudah meraih trofi “Si Kuping Besar” yang ke-13. Sementara itu, Liverpool harus menanggung malu atas kekalahan yang “tidak wajar”.

Dari kejadian-kejadian tersebut dapat saya simpulkan bahwa aib blunder seorang penjaga gawang yang paling buruk dalam sepak bola modern sejauh ini masih dipegang oleh Loris Karius. Buktinya, setelah final Kiev tahun 2018 banyak para penjaga gawang yang melakukan blunder tetapi “sanksi sosial (media)”-nya tidak seheboh saat Karius blunder. Penjaga gawang mana pun yang melakukan blunder, Karius pasti kena imbasnya.