ELLY KASIM MENINGGAL

ELLY KASIM MENINGGAL
Foto: suara.com

Hari ini saya mendengar kabar kalo Elly Kasim meninggal dunia. Dan saya sedih...

Saya memang gak mengenal penyanyi legendaris ini secara pribadi tapi saya sangat meyakini bahwa Elly Kasim adalah orang baik. Kok bisa begitu? Jadi ceritanya begini:

Waktu itu ibu saya akan berulang tahun yang ke 80. Kondisi beliau sudah sakit-sakitan. Dokter sudah mengatakan pada kami bahwa ibu sudah gak bisa diselamatkan. Jadi dokter menyarankan agar kami sekeluarga berusaha menyenangkan hati ibu di sisa hidupnya.

Keseharian Ibu hanya diisi dengan berbaring dan mendengarkan lagu-lagu Elly Kasim. Maklum nyokap itu hooligannya Elly Kasim. Sepertinya semangat hidupnya terangkat setiap mendengar lagu-lagu minang tersebut.

"Mungkin kita harus manggil Elly Kasim di ultah Mamah nanti," kata isteri saya.

"Wuiiih ide jenius, tuh! Kita bisa nyewa banquet di Stamford buat bikin pestanya ya?" sahut saya.

Dengan lincah, kayak petasan injek, saya langsung mengontak temen-temen pemusik yang saya kenal dan kurang dari 30 menit, saya udah ngedapetin no HP penyanyi Minang tersebut. Tanpa menunda waktu lagi saya langsung menelpon dan langsung nyambung. Amazing...rejeki anak soleh, nih.

"Halo, Tante Elly...." Lalu saya bercerita panjang lebar tentang rencana mendatang pada Elly Kasim.

"Boleh, Bud. Tante kebetulan lagi kosong di tanggal itu..." kata suara di seberang sana. Kayaknya Tante Elly ini orangnya asyik. Baru kenalan aja dia langsung manggil saya Bad, Bud, Bad, Bud...

Sayangnya saya langsung lemes mendengar harga yang dipatok oleh Tante Elly. 'Buset, kalo harga segitu sih mending gue ngedatengin Burger Kill aja.' Eh tapi nyokap gue mana demen sama Burger Kill. Hehehehehe...

"Kok kamu diem aja, Bud? Kemahalan ya harganya?" Suara berlogat Minang itu terdengar lagi.

"Mahal banget, Tante. Nyerah deh saya."

"Sebetulnya itu gak mahal, Bud. Peralatan musiknya kan banyak, sound systemnya gede dan Tante kan harus bawa sendiri. Belum lagi penari-penarinya."

"Sebetulnya saya gak butuh semua itu, Tante. Ibu saya ngefans banget sama Tante. Di kepala saya mah Tante cukup dateng dan nyanyi pake gitar doang 2 atau 3 lagu. Segitu aja cukup." jelas saya.

"Jangan gitu dong, Bud. Itu kan pesta ibu kamu. Tante kepikiran nanti Tante dan para penari akan narik Ibu kamu untuk menari bersama-sama. Pasti seru, deh."

Mendengar ucapannya, saya langsung menjelaskan bahwa Ibu saya, jangankan menari, berdiri aja udah gak bisa. Lalu dengan detil saya menceritakan kondisi Ibu saya. Rupanya Tante Elly cukup tersentuh hati mendengarnya.

"Masya Allah! Kamu anak baik, Bud. Tante sampe mau nangis denger cerita kamu. Kamu bener-bener anak berbakti. Kalo gitu gini, deh. Tante akan bawa 3 orang pemusik akustik untuk ngiringin Tante menyanyi. Kamu cukup bayar mereka aja. Sayanya gak usah dibayar. Okay?"

Alhamduuuuu....lillah! Dan perjanjian pun terjadi. Ongkos bayar pemusik pun sangat sangat terjangkau. Sehabis menelpon, saya langsung nyamperin nyokap dan duduk di samping tempat tidurnya dan menceritakan kabar baik itu. Nyokap girang banget mendengar berita itu. Dia langsung minta cermin dan berkaca di sana. Rupanya dia sudah membayangkan seperti apa rupanya di pesta ultahnya nanti.

Sayangnya Tuhan berkehendak lain. Kesehatan Ibu saya semakin memburuk. Saya mengontak Tante Elly dan meminta penundaan waktu shownya.

"Iya gapapa, Bud. Kasih tau Tante aja kapan Ibu kamu bisanya. Tante akan usahakan ngosongin waktu untuk beliau." katanya.

Pesta ultah ibu saya akhirnya gak pernah terjadi. Tuhan keburu memanggil beliau. Sehari setelah pemakaman, saya menelpon Tante Elly lagi mengabarkan wafatnya nyokap.

"Innalillahi...yang tabah ya, Bud. Kamu anak berbakti. Meskipun acara kita gak jadi tapi nawaitu kamu udah dicatet sama Tuhan," kata Tante Elly.

Hari ini saya mendengar kabar kalo Elly Kasim meninggal dunia. Dan saya sedih....