Baca Buku Bukanlah Hobi

Untuk menambah dan memperluas pengetahuan kita maka banyak-banyaklah berdiri di depan “jendela”.

Baca Buku Bukanlah Hobi

Benar apa kata pepatah, “buku adalah jendela dunia”, dengan membaca buku bisa membawa kita lebih jauh melihat dan mengenal dunia dan seisinya. Membaca buku adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Dengan membacanya membuat kita menjadi mengetahui banyak hal-hal baru yang belum kita ketahui sebelumnya.

Tidak sedikit orang yang memilih baca buku sebagai hobi mereka. Kegiatan baca buku menjadi salah satu hiburan mereka ketika tidak melakukan kegiatan utama. Memilih baca buku sebagai hobi memanglah sangat bagus karena waktu luangnya digunakan untuk melakukan hal yang tidak hanya bersifat menghibur tetapi juga menambah ilmu dan wawasan.

Setiap orang memiliki genre atau aliran buku bacaannya masing-masing. Ada orang yang hanya menyukai buku fiksi, ada yang hanya menyukai buku tentang sains, ada yang menyukai beberapa genre buku, dan tidak menutup kemungkinan juga ada orang yang menyukai semua genre buku. Tidak ada genre buku yang tidak bagus karena semua buku pasti punya “pasarnya” masing-masing.

Namun, menurut saya masih banyak orang yang keliru perihal baca buku. Tidak sedikit orang-orang yang masih menjadikan baca buku hanya sebagai sebuah hobi, padahal membaca buku adalah suatu keharusan atau kebutuhan bagi setiap orang. Membaca buku seharusnya menjadi kegiatan rutin bagi kita, jangan hanya dilakukan saat mendapatkan waktu luang saja.

Baca buku mesti dijadikan suatu keharusan atau kebutuhan karena seperti yang telah saya sampaikan di atas, buku adalah jendela dunia, dengan membacanya kita bisa banyak mengetahui hal-hal yang belum kita ketahui sebelumnya. Buku dapat menghubungkan kita dengan dunia luar, menghubungkan kita dengan masa depan, bahkan bisa mengobati masa lalu kita.

Wawasan kita akan bertambah seiring gerakan bola mata yang perlahan menyerap rangkaian kata yang kemudian disimpan dalam memori otak kita. Membaca buku juga dapat membentuk pola pikir kita yang nantinya mempengaruhi bagaimana kita bersikap dan bertindak. Daya analisis kita terhadap berbagai hal pun akan meningkat kalau kita rajin baca buku.

Selain itu, membaca buku juga dapat menambah kosa kata. Tidak jarang orang yang sedang membaca buku kemudian menutup bukunya lalu membuka smartphone-nya dan mencari kata yang dia tidak ketahui saat membaca buku. Saya sering mengalaminya. Dengan menambahnya kosa kata yang dimiliki akan mempermudah kita dalam membaca, menulis, dan berbicara.

Sebenarnya masih banyak manfaat dari baca buku, untuk mengetahuinya lebih lanjut silakan anda rasakan sendiri. Dengan banyaknya manfaat dari baca buku semoga semakin banyak orang yang menjadikan baca buku sebagai suatu keharusan atau kebutuhan, bukan hanya sekadar hobi. Kita yang yang harus meluangkan waktu untuk baca buku, bukan menunggu waktu luang untuk baca buku.

Bayangkan saja kita sedang berada di depan jendela dan menghadap keluar, kemudian lihatlah situasi di sekitar kita, dengan melihatnya kita pasti akan mengetahui situasinya, bahkan kalau kita memperhatikan sekitar kita secara detail, maka kita akan lebih mengetahui dan memahami sekitar kita. Itulah membaca buku, kita melihat, mengetahui, dan mendalami. Semakin banyak membaca, semakin banyak pengetahuan yang kita dapat. Untuk menambah dan memperluas pengetahuan kita maka banyak-banyaklah berdiri di depan “jendela”.

Meski demikian, bukan berarti kita harus membaca dan menuntaskan buku bacaan secara cepat. Karena esensi dari membaca buku itu bukan seberapa banyak dan seberapa cepat kita membaca buku, melainkan sejauh mana kita mendalami dan memahami isi buku tersebut. Lebih baik membaca buku secara perlahan tetapi pemahamannya mendalam, daripada membaca buku secara cepat tetapi tidak memahami isi buku yang dibacanya.