Angin Misterius

Cerita pendek untuk menutup hari yang panjang dan melelahkan.

Angin Misterius

Saya mau menceritakan rahasia seseorang, sebut saja dia Anto. Tidak ada yang tahu sama sekali cerita ini, saya jamin. Ini pertama kalinya cerita ini disebar luaskan.

Begini ceritanya,

Suatu hari, Anto datang ke sebuah acara rapat organisasi dengan tergesa. Maklum, tempat rapat Anto kali ini bertempat di Lembang. Sedangkan Anto harus berangkat naik motor dari Ujung Berung.

Setelah memohon geser-geser tempat, duduklah Anto dalam lingkaran rapat itu. Di hari itu angin sedang berhembus sangat kencang sampai-sampai membuat suara siul karena angin memaksa masuk lewat sela-sela jendela.

Semua orang masih fokus dengan pembahasan rapat.

Tapi Anto merasa ada yang aneh, Anginnya kok ngga biasa, begitu batinnya dalam hati.

Bagaimana tidak aneh? Anginnya punya bau yang familiar, minimal satu hari sekali kita ketemu sama bau ini.

Bau apa kira-kira?

Benar, bau kotoran a.k.a bau KENTUT!

Anto menoleh ke sekeliling, berusaha mencari sumber bau tersebut. Tapi teman-teman disekelilingnya biasa saja. Tidak ada yang komplen kebauan!

Sungguh aneh!

Masa iya hanya Anto yang tak tahan dengan baunya. Padahal bau banget! Saking baunya, Anto berusaha menutup hidungnya dengan dengkul sambil duduk mendekapkan kakinya ke dada. Ngga enak katanya kalau orang yang buang angin tahu dia kebauan.

Mulai sini cerita semakin aneh!

Semakin kuat Anto memeluk kakinya, semakin bau itu menusuk hidung!

Siapa sih ini yang kentut?! Kok kentutnya kaya depan idung gue!

Anto masih menggerutu. Dia mulai memberanikan diri bertanya ke teman sampingnya

“Lo ngga nyium bau kentut?”

“Ngga ada bau apa-apaan, Nto. Ngayal kali lo”

Anto makin bingung sambil terus menutup-nutup hidungnya menggunakan lutut sambil duduk memeluk pahanya.

Singkat cerita, rapat selesai dan Anto kembali ke kamarnya. Saat di kamar, Anto yang sedang main handphone tidak sengaja buang angin. Tapi tiba-tiba Anto terbangun karena kaget!

Bau yang familiar!! Ini bau yang muncul tadi saat rapat

Setelah itu Anto hanya tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

 

Untuk menutup cerita kali ini, saya sampaikan pesan dari Anto

“Kalau bepergian jauh naik motor, pakailah jaket!”