SYAWAL YANG ANEH

SYAWAL YANG ANEH

SYAWAL YANG ANEH


1 Syawal 1442 H terasa lebih aneh. Menyesakkan tepatnya.

Di hari raya ini, saudara kita di Palestina dibombardir. Video zionis itu, membuat dada sesak, amarah bergemuruh hingga ubun-ubun. Apa zionis itu masih ada di muka bumi untuk membuat kita bersabar? Untuk menguji sampai sejauh mana aksi kita? Walau sebatas doa?

Di hari raya ini, sama dengan tahun lalu, kebiasaan kita di Indonesia untuk mudik sebagai tradisi, dilarang. Menyebalkan, menyesakkan, mengkhawatirkan, sekaligus mengamankan dan menyelamatkan. Karena virus Corona itu, masih beredar, masih bertengger, masih berseliweran, dalam inangnya. Kita. Mereka butuh tubuh kita sebagai inang untuk hidup. Sehingga mudik sebagai wahana berkumpul keluarga menjadi dilarang. Menyebalkan sekali kan?

Maka Syawal 1442 Hijriah ini memang aneh. Namun sepertinya bukan itu. Kefakiran ilmu kita yang tak sampai daya nalarnya. Pasti ada sesuatu, di balik semua kejadian tahun ini.

Kontemplasi. Muhasabah diri. Reset. Restart.

Sepertinya kita diminta memikirkan ulang, sudah sejauh mana kita berjalan, dari "track" yang sudah disusun-Nya. Seberapa besar penyimpangannya. Seberapa besar kesesuaiannya.

Per Syawal ini, setelah kita menjalani "karantina" jiwa, termasuk karantina raga, sebaiknya dan semestinya kita memang harus restart.

Setelah hari ini, di kumandang takbir di negeri ini, kita kirim juga doa untuk saudara muslim di Palestina, kita pikir ulang juga "track" kita.

Semoga kita masih berjalan di jalur yang benar.

Insya Allah.

Taqabballahu minna wa minkum.