KENA PRANK DI DAPUR SENDIRI

Memasak adalah perjalanan ke selatan mencari kitab suci.

KENA PRANK DI DAPUR SENDIRI
KENA PRANK DI DAPUR SENDIRI
Anak-anak sudah mulai merengek minta camilan hari ini. Ya memang beberapa hari rasanya hasrat memasak dan bikin-bikinku ngumpet.
Sore ini kuputuskan bikin pisang goreng aja yang cepat, dan semua suka. Ingat masih ada stok tepung terigu, aku cuma beli sesisir pisang saja di warung dekat rumah. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil (kenapa bernyanyi disebut kecil, bukan pelan ya atau lirih), aku mulai membuat adonan tepung. Kutambah gula dan vanili agar manis dan harum menggugah selera. Saat kutambah air dan mulai mengaduk sebenarnya aku sudah agak curiga. Kenapa begini ya rasanya? lengket-lengket, seperti kamu dulu ke aku. Tapi ah.. kuabaikan rasa-rasa itu. Aku teruskan saja mengaduk sampai kurasa pas, dan mulai memotong-motong pisang.
Tapi hati kecilku kembali berbisik (cuma masak aja ngelibatin hati kecil ye kaaan)
 
"Coba dikit dulu aja, jangan potong semua"
 
"Baiklah hati kecil, aku akan menurutimu"
 
Kupotong 3 buah pisang saja, tiap pisang kupotong lg jd 3 bagian. Hehe ini adalah trik jitu agar terlihat banyak, dan irit. Hahaha
Setelah kulumuri dengan adonan, pisang-pisang mungil itu kugoreng dalam minyak panas. Sambil menunggu, aku melihat-lihat video di facebook, sampai tiba waktunya membalik pisang-pisang itu supaya matang merata. Dan.. apa inii.. kenapa lengket ????. Teksturnya mirip seperti papeda. Dan pisang-pisang mungil itu sudah terjalin dalam persatuan dan kesatuan yang tak tergoyahkan oleh harga sembako.
Antara geli dan kesal, aku teruskan menggoreng. Kepalang tanggung. Entahlah nanti jadinya seperti apa. Pasti mamaku nih yang masukin tepung kanji ke plastik tepung terigu. Sungguh luar biasa anda ma ????.
Pelajaran buat ibu-ibu, lindungilah wilayah teritorialmu. Jangan sampai pihak luar merubah tatanan maupun hukum di dalamnya. Karena bisa gawat.
Sekian. silahkan menikmati pisang goreng persatuan ya nak kanak ????