Buku Antologi Kumcer "TERKURUNG DALAM PENA"

Antologi Kumpulan Cerpen ini keseluruhan bertema sosial, politik, budaya dan psikologis yang disajikan dengan dialog sehari-hari yang mudah di pahami.

Buku Antologi Kumcer

Kabar tentang pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) telah tersebar ke seluruh Nusantara (Indonesia). Covid-19 menjadi momok yang menakutkan ditengah-tengah masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh penjuru negara. Bagaikan malaikat maut pencabut nyawa yang datang secara tiba-tiba dan tak terlihat. Namun ia bisa dihindari dengan beragam solusi. Sehingga, pemerintah membuat keputusan dan mengeluarkan kebijakan secara tiba-tiba sebagai solusi untuk menghindari Covid-19 yang datang tiba-tiba.

Menjaga jarak, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan sebagainya adalah beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menjaga warganya dari bahaya Covid-19. Namun kebijakan-kebijakan tersebut tak ubahnya memperbaiki keadaan, justru semakin mempersulit. Mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi mulai merosot. Tentu bukan kesalahan siapa-siapa (Pemerintah atau rakyat). Karena seluruh negara di dunia juga mengalami kesulitan dalam menghadapi pandemi tersebut.

Kebijakan-kebijakan tersebut memaksa kita berdiam diri dalam rumah. Sehingga setiap orang mengalami kebosanan dan keresahan. Hal inilah yang harus memaksa kita untuk melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa bosan dan resah. Seperti olah raga, bermain musik, membaca buku, menulis, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, kami juga ingin melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa bosan dan resah. Dan sesuatu itu haruslah bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Untuk menghasilkan sesuatu yang produktif, maka kami harus berinovasi dan kreatif. Melalui kegiatan menulis, kami memilih membuat cerpen (cerita pendek). Oleh karena itu, terciptalah sebuah karya dalam bentuk tulisan-tulisan dalam bentuk kumpulan cerpen.

Hingga akhirnya, kami memberikan judul antologi cerpen ini dengan judul “Terkurung Dalam Pena”. Yang dilatar belakangi oleh ide dan gagasan yang inovatif untuk mengisi ruang-ruang kebosanan dan keresahan, untuk menciptakan sesuatu yang produktif.