Yoga dan Masalah Wanita

Yoga dan Masalah Wanita
Ilustrasi saja

Semakin kesini yoga banyak digemari sebagai salah satu pilihan olahraga di kalangan remaja maupun dewasa. Meskipun banyak juga yang merasa tidak suka karena dianggap yoga hanya diam dan berlatih nafas. Tapi bagi yang sudah pernah mencoba dan praktek secara rutin pasti akan jadi paham dan ketagihan.

Ilmu yoga itu sendiri sangat luas, bisa dikupas dari berbagai sudut pandang. Salah satu fokus yang ingin saya ceritakan kali ini adalah salah satu manfaat yoga kaitannya dengan masalah wanita.

Suatu hari ada yang datang curhat dengan wajah sedih dan lesu, kebetulan dia adalah salah satu peserta baru dikelas yoga. Dia bercerita sudah hampir tiga bulan tidak datang bulan, dan sudah berupaya mendayangi dokter dan menckba obat2an herbal yang disarankan teman2nya. Wajahnya tampak lesu, sambil berkata "apa iya aku ini mau monopouse?".

Sebelum terlalu jauh bersedih akhirnya saya beri penguatan "kita coba dulu yuk beberapa gerakan yoga yang memang bisa mebantu masalah tersebut". Dengan wajah gembira dia menyambut penuh harap.

Masalah wanit seputar menstruasi baik itu telat datang bulan ataupun PMS bisa disebabkan banyak faktor, busa karena stress, hormonal dan lain sebagainya. Dalam sudut pandang yoga masalah-masalah itu timbul karena kurangya aktifitas olahraga yang fokus pada area pelvic. Hal ini bisa disebabkan karena terlalu banyak duduk sehingga area otot di pelvic melemah.

Gerakan yoga untuk masalah tersebut akan banyak difokuskan pada gerakan membuka area pelvic misalnya gerakan

1. Badhakonasana

Duduk bersila dengan posisi kedua lutut ditekuk kedepan dan kedua telapak kaki disatukan

2. Suptabadhakonasana

Sama halnya badhakonasana, tapi dilakukan dalam posisi berbaring. Berbaring dengan alas datar atau bisa disanggap dengan guling khusus yoga, dan kedua lutut ditekuk kedepan dan telapak kaki disatukan

3. Baby pose

Berbaring, tekuk kedua lutut mengarah ke ketiak, pergelangan kaki tegal lurus dengan lutut, pegang telapak kaki luar masing2 dengan kedua tangan

4. Lizard pose

Awali dengan posisi seperti merangkak/table pose, lalu bawa kaki kanan kedepan, telapak kaki knan sejajar dg telapak tangan kanan. Kemudian luruskan kaki kiri kebelakang dg posisi lutut dan tulang kering menyentuh matras. Ulangi pose ini pada sisi kaki kiri.

5. Child pose

Duduk seperti duduknya orang sholat, tapi posisikan lutut membuka lebih lebar, kemudian rebahkan badan lurus kedepan dengan kedua tangan lurus kedepan

Beberapa pose itu dilakukan beberapa set bisa mengaktifkan otot diarea pelvic, dengan demikian sirkulasi darah dan oksigen pun lancar kearea tersebut. Sehingga diharapkan semua mekanisme metabolisme tubuh termasuk proses menstruasi bisa berjalan dengan normal.

Beeberapa hari kemudian saya mendapat pesan via whatsapp, bahwa peserta kelas yoga yang mengeluh tidak menstruasi selama tiga bulan tersebut akhirnya sepulang dari sesi yoga bisa menstruasi lancar.

Olahraga tidak selalu harus berkucuran keringat atau seberapa besar kalori yang terbakar. Olahraga bisa diupayakan untuk mengembalikan lagi fungsi dan peran tubuh kita kembali normal. Tubuh adalah kendaraan kita menjelajahi pengalaman hidup didunia pastikan pilihan olahraga yang kita lakukan adalah yang terbaik untuk tubuh kita. Salam sehat, salam olahraga