Ungkap Isi Hati Dengan Komunikasi

Saat Komunikasi Jadi Bagian Penting Dalam Hidup

Ungkap Isi Hati Dengan Komunikasi

Tak ada masalah yang tak terselesaikan, selama dikomunikasikan dengan baik. Tetapi, salah dalam berkomunikasi juga bisa menambah kerumitan masalah. Seperti halnya yang terjadi pagi tadi, di  grup WhatsApp tetiba ramai, ada seseorang kawan yang ingin mengeluarkan unek-uneknya karena diblokir oleh salah satu anggota di grup. 

Bukannya masalahnya selesai, justru semakin runyam. Saling balas dengan kata-kata kasar, muncul hujatan dan cacian. Sementara anggota lainnya, hanya diam menyaksikan drama pertengkaran diantara keduanya.

Seorang istri tiba-tiba ngambek, lantaran suaminya tidak mengingat hari ulang tahunnya. Ada juga yang marah karena suami tak cukup banyak waktu untuk mendengar curhatannya. Akhirnya si istri mencari pelampiasan dengan memilih teman curhat lelaki lain. Begitu pula dengan sang suami, karena terus menerus dicuekin, ia juga punya wanita idaman lain. Klop dah.

Yang paling parah itu ada seorang guru ngaji di Kabupaten Bogor, gara-gara menagih utang akhirnya dibunuh oleh tetangganya sendiri. Jasadnya ditemukan di dalam sumur tertutup beton. Si pelaku pembunuhan merasa sakit hati lantaran korban memberitahukan utangnya kepada istrinya. Ngeri dan berakhir tragis.

Kasus komunikasi lainnya juga terjadi antara anak dan orang tua. Orang tua ingin anaknya mendapatkan nilai bagus, dengan memaksanya belajar keras. Jika sang anak mendapatkan nilai buruk, maka akan dihajar habis-habisan. Anak menjadi stress dan tertekan, akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tak tahan di diperlakukan kasar.

Bagaimana sih menciptakan komunikasi yang baik, tidak berujung salah paham?

Pahami Lawan Bicara

Tak ada manusia yang sempurna, Tuhan menciptakan sepaket dengan kekurangan dan kelebihannya. Perbedaan itu selalu ada, banyak faktor yang mempengaruhi baik cara berpikir, lingkungan tempat dia dibesarkan, adat istiadat, suku dan agama.

Ragam karakter manusia juga banyak, ada yang emosional, pendiam, manis di wajah lain dihati, ada yang hatinya sensitif mudah baperan. 

Saat ingin mengemukakan masalah kepada yang bersangkutan perhatikan waktu yang tepat, bagaimana karakter orang tersebut. Jangan sampai saat  mulai membuka pembicaraan, ternyata lawan bicara kita, sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Alhasil bukan solusi yang didapatkan, justru masalah baru.

Jangan Ada Ego Di Antara Kita

Mengapa muncul konflik? Salah satunya karena ego. Tak ada yang mau mengalah, inginnya didengarkan, tapi tak mau mendengarkan. Menuntut untuk diperhatikan, tapi tak mau melakukan hal sama. Merasa yang paling benar sendiri, sementara orang lain selalu salah dimata nya.

Orang seperti ini bikin geregetan, mau menangnya sendiri istilah jawanya megelno. Kalau berurusan dengan orang seperti ini, lebih baik tak usah terlalu dekat karena toxic. Diajak komunikasi dengan baik tetap saja sama, hatinya sudah 'sakit'. Dia akan selalu berusaha membuat masalah, Suka nyinyir dengan kehidupan kita, merendahkan dan masih banyak hal lain lagi yang akan dilakukan agar kita tidak bahagia.

Lebih baik mengalah, memilih menghindar, daripada ikut tersulut emosi karena kata-katanya yang ngegas, tetapi tetap menghormati. Banyak dijumpai orang-orang seperti ini di lingkungan tempat tinggal, pekerjaan maupun dalam lingkup keluarga. Ujian kesabaran dibutuhkan.

Menjadi Pendengar Yang Baik

Yang membuat orang itu merasa nyaman berkomunikasi, salah satunya karena kita menjadi pendengar yang baik. Tidak menyela, memotong pembicaraan orang lain. Memberikan ruang kepada seseorang untuk bercerita, meskipun dia melakukan kesalahan kita tidak berhak menghakiminya. Selalu ada alasan, mengapa dia melakukannya.

Setelah puas bercerita baru kita berikan saran, semangat atau motivasi dari permasalahannya. Usahakan tidak memberikan ekspresi keterkejutan, saat teman kita bercerita sesuatu hal yang menghebohkan. 

Ungkap Isi Hati Dengan Komunikasi

Kalau ada masalah komunikasikan, jangan dipendam sendiri. Tak semuanya orang tahu tentang diri kita. Terkadang candaan receh bagi mereka itu biasa, tetapi kita menyikapinya berbeda.

Dengan teman, orang tua, pasangan biasakan untuk menjalin komunikasi yang intens. Sama-sama terbuka dan tahu, dengan begitu diharapkan masalah atau konflik itu dapat dihindari.

Untuk memulainya butuh proses, pembiasaan. Yang mulanya cuek, mulai dibangun perlahan-lahan komunikasi dengan orang terdekat. Buang jauh-jauh pikiran negatif yang bisa menghambat proses komunikasi berjalan dengan lancar.

Memaafkan orang-orang yang yang membuat kita terluka di masa lalu dengan membuka komunikasi lagi. Menjalani hidup akan terasa lebih ringan. Jika menghadapi permasalahan yang berat, komunikasikan dengan orang yang terpercaya yang bisa memberikan solusi.

Memendam masalah itu bukan solusi, ia akan menjadi penyakit yang menggerogoti tubuh. Suatu saat akan meledak dan membahayakan diri. Lepaskan beban itu, uraikan dari sekarang sebelum terlambat.

Perluas jaringan pertemanan, berkumpul dengan banyak orang-orang yang memberikan semangat dan inspirasi hidup membuat kita bisa jauh lebih baik.

Tutur Kata Yang Lembut

Apapun itu, segala tindakan yang berbau kekerasan, amarah, ngegas takkan bisa menyelesaikan masalah. Bicarakan dengan ucapan yang layak dan pantas. Lisan itu cerminan hati, jika ingin mengetahui isi hati seseorang, maka lihatlah lisan yang dikatakan.

Di zaman serba teknologi, komunikasi menjadi sangat mudah. Tak ada hambatan jarak, tinggal bagaimana kita membiasakannya. Perbanyak wawasan dengan membaca, menonton film. Terus lakukan perbaikan  diri agar menjadi pribadi yang menyenangkan, bisa berkomunikasi dengan banyak orang,  tetap menghargai dan tidak menyakiti orang lain. Jaga kesehatan dan tetap berpikir positif.