Sore Bulan Puasa, Sekadar Bertanya Bukan Bercerita

Narasi

Sore Bulan Puasa, Sekadar Bertanya Bukan Bercerita

Mandi pagi sebelum subuh atau sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari naik jadi hal yang mustahil bagiku. Katanya air sejuk yang meresap ke dalam badan bisa mengurangkan lemak yg terkumpul. Sejauh akal ini bisa mengingat, berat badanku tidak pernah lebih dari 70 kg, entah mungkin nanti ketika waktu mulai makin panjang berjalan, lagi-lagi tak ada yang tahu apa yang bisa terjadi besok.

Sore ini terlalu banyak yang ada di kepala seperti tangga nafas yang berhimpitan. Satu demi satu coba dikeluarkan tapi tak ada yang mau menerima. 

Apa jadinya kalau terus ada tertumpuk, akan lebih baik jika dikeluarkan saja kan?

Seperti dua mata pisau, arti akal sehat atau common sense jadi dua hal yang bisa sangat bertolak belakang. Seolah sedang berpikir logis, padahal kenyataannya cuma sedang menyusun pembenaran bagi intuisi atau keyakinan kita sendiri.

Semaju apapun peradaban manusia, selama satu pandangan sudah diterima luas oleh teman-teman, minimal se-tongkrongan— ia sudah bisa dibilang masuk akal. Di jaman di mana pembenaran sudah jadi prioritas, kita lebih sibuk justifikasi dari pada mencari bukti. Sepakat atau tidak, kadang hal-hal ini bikin benci tapi kadang diamini.

Jadi selama ngga ada yang lihat ngapain juga kita taat?