Siksa benalu untuk bunga

Siksa benalu untuk bunga

Ketika dua orang tinggal seatap. Tersiratlah cerita tentang dua orang kakak beradik. Kenapa mereka tinggal berdua ? Kemana orang tua mereka ? Begini dikisahkan kedua kakak beradik ini tinggal merantau . Kenapa mereka harus merantau ? Mereka merindukan tinggal diperkotaan meninggalkan kehidupan pedesaan. Sejenak melupakan kubangan lumpur. Emang mereka kerbau ? Bukan hanya kerbau yang berkubang dilumpur, mereka berdua pun . Sebagai anak yang berbakti mereka terkadang membantu kedua orang tua mereka disawah. Mengapa terkadang ? Karena dikala itu mereka masih menunaikan kewajiban menepuh pendidikan 9 Tahun. Eh 12 Tahun ya termasuk SMA.

Kakak beradik itu memiliki perbedaan usia 8 tahun. Si kakak sebut saja Bunga. Dan si adik sebut saja Benalu. Selepas Sibunga menyelesaikan pendidikan SMA nya, sibunga mencoba untuk mengadu nasib melamar CPNS namun apa nian dikata sibunga pun tak lolos. Dengan alasan tak mau membebani orang tuanya dengan biaya pendidikan siBunga memutuskan untuk tidak kuliah. Mengikuti jejak temannya sibunga mencoba untuk mengikuti kursus menjahit selama 3 bulan. Selepas itu si bunga tak memiliki keberanian meminta sebuah mesin jahit . Padahal ya mesin jahit bukan barang yang mahal amat, ditahun 2002. Mesin jahit jadul hitam. Berbeda dengan temannya yang langsung tancap gas membeli sebuah mesin dan memahirkan diri menjadi tukang jahit hingga sekarang. Tidakkah terpikir mengapa menghabiskan 12 tahun dibangku pendidikan hanya pada akhirnya menjadi seorang penjahit ? Coba bayangkan 12 tahun latihan menjahit itu akan jadi semahir apa ?

Tak enak bagi bunga yang telah menyelesaikan bangku pendidikan 12 tahunnya untuk selalu meminta bekel pada orang tuanya. Sebagai keluarga kelas ekonomi menegah kebawah dan sebagai anak yang tau diri memanglah seperti itu. Sibunga yang lemah, iya dia tak sekuat wanita lainnya yang seumuran dengannya. Hari  pertama kali sepanjang hidupnya mengikuti kelas olahraga sibunga terjatuh dan mengukir sebuah luka disana. Itu masih pemanasan lari keliling lapangan sebelum pelajaran olahraga yang sebenarnya dimulai. Bunga pun menerima tawaran teman lainnya menjadi buruh disawah, memanen padi orang. Dan seluruh tubuh bunga rasanya remuk. Tulang- tulang nya ngilu , tangan dan kaki gatal- gatal. Tapi tetap dilaluinya denga penuh semangat.

Ibunya kasihan melihat bunga yang seperti itu dan menyuruh bunga untuk berjualan saja di SD tapi sibunga belum pandai memasak. Sang Ibu membantu bunga menyiapkan dagangannya berupa nasi kuning dan es lilin . Dan bapaknya mengantar bunga ke SD untuk berjualan. Beruntungnya bunga diperbolehkan berjualan. Dan dagangan bunga selalu laris manis entah rasanya yang enak atau memang lagi hoki atau rejeki Tuhan. Begitulah siang dan malam berganti. Dan tak terasa setahun pun berlalu begitu saja.

Diawal tahun 2004 terdengarlah kabar bahwa sepupu bunga yang usianya sama dengan bunga sudah bekerja disebuah perusahaan dikota Denpasar. Sepupu bunga memang tinggal didenpasar dan bunga tinggal disebuah desa bernama Makapa, dikabupaten banggai, Sulawesi Tengah. Maka pada hari yang sudah ditetapkan dikirimlah bunga ke lota denpasar menuju rumah sepupunya seorang diri . Hanya dititpkan pada tetangga bunga yang kebetulan juga memiliki keperluan untuk ke kota denpasar.

Sebulan sudah bunga tinggal di denpasar. Tentu lebih tak nyaman tinggal ditempat keluarga apalagi yang sudah bertahun- tahun tak jumpa. Walaupun bunga diterima dengan baik namun pasti ada rasa tak enak yang menyelimuti hatinya. Sungguh bunga sangat mendamba untuk pulang kampung. Setiap malam ditulisnya pada diary nya bahwa bunga sangat merindukan kedua orang tuanya dan adiknya. Bahwa apabila nanti bunga punya uang hal pertama yang dilakukan adalah pulang kampung. Mungkin diary itu bosan karena bunga hanya menuliskan hal sama setiap harinya.

Penantian bunga pun tak sia- sia , akhirnya bunga mendapat pekerjaan disebuah koperasi. Pertama kali dalam hidup bunga bekerja dikantor bukan disawah. Bukan main senangnya hati bunga. Karena dasarnya memang cerdas bunga cepat beradaptasi baik pada lingkungan tempatnya bekerja atau pada pekerjaannya. Bunga pun sangat senang membaca koran bali post. Diam- diam selalu dibawanya pulang koran balipost yang terbit setiap minggu karena banyak kolom ceritanya. Dulu bunga sempat bvercita- cita menjadi seorang penulis, namu cita- cita itu dipatahkan oleh Ibu nya sendiri. Bunga diminta untuk melanjutkan pendidikan di SMEA dan mengambil jurusan akuntansi. Karena bunga anak yang berbakti dia hanya menurut saja, Kini diary bunga sudah tak berisi tulisan aku akan pulang namu berisi jurnal pengeluaran bunga. Setiap pendapatan dan pengeluaran bunga tertulis dibuku itu dengan rapi, Tak ada se sen pun uang yang lolos dari catatan harian bunga. Apakah bunga accounting sejati ?

Kesukaan bunga pada membaca membawa nya pada sebuah informasi menarik tentang kuliah. Dijaman itu handphone adalah barang langka dan tentu bunga belum memilikinya. Ditemukan pada kolom surat pembaca seseorang yang dengan bangga menyelesaikan kuliahnya di Universitas terbuka dengan sistem perkuliahan jarak jauh dan biaya yang murah. " Menarik sekali' pikir bunga. Tanpa membuang waktu bunga pun berkirim surat pada orang tersebut. Surat pun terbalaskan. Maka kuliahlah bunga diuniversitas terbuka. Jaman itu belum ada facebook , mbah goole belum terkenal . Android belum lahir . jadi kalau mau ngenet ya ke warnet.

Hari- hari bunga berlalu dengan lebih cepat . Kenapa ? Kini bunga selain sibuk bekerja juga sibuk belajar. Belajar mandiri dan sendiri lewat modul adalah sangat susah. Apalagi belajar akutansi. Namun itu bukan halangan bagi bunga. Setelah menyelesaikan pendidikan perkuliahannya dengan gelar S1 Akuntansi bunga memberanikan diri mengisi lowongan- lowongan yang bertebaran di media cetak. Dan akhirnya bunga diterima disebuah restoran sebagai seoarang accounting yang bertugas dibagian Account Receivable. Menangih pihak yang bekerja sama dengan restoran dan mendapat kredit fasilitas. Memastikan mereka membayar tepat waktu kerestoran.

Walapun masih kost bunga merasa sudah mampu. Bunga memutuskan mengambil alih tugas mengkulihahkan adiknya. Bunga ga mau kejadian yang sama terulang padanya. Maka begitu adaiknya menyelesaikan pendidikan 12 tahunnya, bunga pun membelikannya tiket untuk segera meluncur kedenpasar. Begitulah kisah bunga tinggal seatap dengan adiknya.

Lalu apa yang terjadi. Awalnya semua berjalan lancar . Bunga tetap bekerja seperti biasa bahkan menyambi sebagai guru Les dan adiknya kuliah dan belajar. Hari- hari dilalui dengan bahagia. Dan hari pun masih sama cepat berlalu. Adik sibunga pun menyelesaikan kuliahnya diterima bekerja. Karena penghasilan sudah double kakak beradik ini memutuskan menyewa sebuah rumah agar lebih nyaman dan leluasa. 

Jaman pun berubah , grab mulai muncul. Berita- berita bertebaran mengatakan betapa mudahnya mendapat jutaan dari grab bahkan bisa puluhan juta perbulannya. Maka si adik mulai tergiur. Dengan jumlah tabungannya digabung dengan jumlah tabungan bunga mulailah bunga menDP sebuah mobil BRio dengan janji bahwa si adiklah yang membayar cicilan perbulannya. Bulan pertama sampai bulan keenam semua berjalan lancar. Bulan ketujuh mulailah si adik berulah, mulai malas narik. Setiap diminta uang setoran selalu ngamuk dengan alasan sepi. Dan akunnya pun kena blok . 

Dengan santai si adik ongkang - ongkang dirumah sementara bunga menanggung beban cicilan setiap bulannya. Setiap diminta mencari pekerjaan selalu ngamuk. Kalau dinasehati berbuntut pada pertengkaran bahkan si adik sempat ngambek meninggalkan rumah kontrakan mereka. Sibunga juga yang panik mencarinya kesana kemari. Dan itu terjadi berulang. Bunga hanya bisa mengalah demi orang tua mereka. Terkadang bunga menyesal mengapa beban ini dia ambil alih. 

Suatu hari siadik pun belajar mentato. Lalu kembali minta untuk dibelikan alat- alat tato buka studio dirumah kontrakan dengan memanfaatkan ruang tamu. Toh tak ada yang bertamu. Dengan alasan sama bahwa nanti uang bunga untuk membelikan peralatan itu akan diganti dicicl. Dan kembali bunga terjebak omong kosong. Si adik tetap ongkang-ongkang , yang nato juga masih sangat jarang bisa dibilang sedikit. Setiap dapat uang nato selalu dihabiskan demi rokok. Bila aku yang minta ngamuk demi menjaga perdamaian sibunga memilih diam. Teramat tertekan hati bunga, jika benda sudah dihanyutkannya siadik ini kelaut.

Kini pandemi bunga hanya bekerja beberapa hari saja dalam sebulan. Cicilan mobil pun tetap berjalan. Pikiran bunga menari kesana kemari mencari solusi keuangan. Harus apa, harus bagaimana ? Pikiran itu terus berputar- putar membawanya pada mimpi buruk setiap malamnya. Dan adiknya tetap asyik makan setiap hari, merokok dan main mobile legend tanpa beban tanpa memikirkan masa depan. Pantaslah sibunga menyebut adiknya ini siBenalu.