Sesal

Sesal

Kau terus menghantuiku
Disetiap pagi, siang dan malam
Bayangan gelap tanpa warna
Terbahak-bahak mengikuti hidupku

Berkali-kali kumohon pengampunan
Dari kelengahan yang terpikir benar
Air telah menggenangi tanah
Tak mungkin kuraup kembali

Lelah sudah kubersujud
Linangan air mata tak menyentuhmu
Sampai kapan kau akan datang?
Menusuk hatiku dengan tatapan matamu
Haruskah kuakhiri hari
Agar kau duduk merenung didepan nisanku?

(Shanti Santi, 7Juni 2020)