Semua Masalah Dapat Diselesaikan Dengan Komunikasi

Sebuah kalimat yang bijak disertai dengan ekspresi wajah yang tepat dapat mencairkan suasana yang buntu

Semua Masalah Dapat Diselesaikan Dengan Komunikasi
pixabay.com

Manusia itu adalah makhluk yang bereksistensi atau diakui keberadaannya. Manusia tidak hanya sekedar tunduk sebagai kodratnya yang secara pasif menerima keberadaannya, tetapi secara sadar dan aktif akan menjadikan dirinya sebagai sesuatu yang bermanfaat. Akan tetapi, pada realitanya keberadaan manusia itu sering berlawanan dengan eksistensinya dikarenakan manusia itu terdapat berbagai batasan tertentu yang terikat pada kodrat alam. Manusia akan berperilaku pada rangsangan tertentu. Setiap manusia pasti mempunyai berbagai macam masalah, terkadang masalah yang sepele atau ringan, masalah besar atau masalah kecil yang dibesar-besarkan begitu juga sebaliknya. 

Terkadang kita menemukan berbagai karakter diberbagai macam manusia didunia. Ada tidak seseorang yang mempunyai masalah tapi bukannya menyelesaikannya malah hilang begitu aja tanpa penjelasan yang detail ? Ada. Nah, tiap masalah itu kita harus mencari solusi bukan memperburuknya, karena tiap masalah pasti ada jalan keluarnya diselesaikan dengan baik-baik dengan kepala dingin dan tidak mementingkan egonya. Kunci dari setiap masalah itu adalah komunikasi. Penting ga sih komunikasi? Sangat penting, karena komunikasi itu akan berada dalam dua paradigma besar yang saling mempengaruhi. Persoalan-persoalan yang ada di media maupun masyarakat semakin mengkristal dalam kehidupan masyarakat, sehingga memicu berbagai macam konteks yang ada.

Komunikasi itu memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai sumbangan persepsi ke arah yang lebih baik dalam komunikasi itu sendiri yang dimana apa saja yang menjadi perhatian dalam masalah-masalah komunikasi juga tidak pernah lepas dari konteks sosiologis maupun konteks psikologis. Sejak awal pertumbuhan dan perkembangan sangat mempengaruhi komunikasi itu sendiri yang dilatarbelakangi konsepsi-konsepsi psikologis.

Disini kita harus mengerti terlebih dahulu dalam mengenal diri, yakni terdapat berbagai konsepsi pendekatan seperti konsepsi pendekatan neurobiology yang melihat manusia berkaitan dengan faktor biologisnya terutama otak dan system syaraf, konsepsi pendekatan psikoanalisis yang melihat perilaku manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh berbagai keinginan yang terpendam (homo volens), konsepsi pendekatan behaviorisme yang melihat perilaku manusia sebagai makhluk yang digerakkan semaunya oleh lingkungan (homo mechanicus), konsepsi pendekatan kognitif melihat perilaku manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan stimuli yang diterimanya (homo sapiens) serta konsepsi pendekatan humanisme melihat perilaku manusia sebagai pelaku yang aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya (homo ludens). Dengan keseluruhan pendekatan dalam komunikasi mencoba menganalisa berbagai komponen dalam diri manusia pada proses komunikasi, sehingga dalam menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral dalam diri manusia, yakni dalam proses perilaku komunikasi yang dilakukannya.

Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya semaksimal mungkin untuk maju bisa melampaui apa yang telah ia capai selama ini. Manusia itu mempunyai sebutan “diri” untuk apa yang diyakininya yang merupakan kesatuan dari prinsip, sehingga mempersatukan berbagai banyak aspek kepribadiannya. Apabila manusia mendapat suatu masalah atau rintangan yang membutuhkan tanggapan respon secara emosional, maka manusia membuat suatu perencanaan seperti bagaimana cara memecahkannya dan harus melakukan tindakan apa.

Kapasitas manusia adalah suatu keutuhan yang kompleks yang dimana dasar dari kesadaran setiap individu untuk melahirkan identitas dirinya masing-masing. Untuk dapat memahami manusia dan tingkah lakunya kita harus bisa memahami konsep diri, yakni ketika individu mempersepsikan dirinya, berinteraksi dan bereaksi terhadap dirinya memberikan arti dan penilaian abstraksi tentang dirinya yang berarti ia menunjukkan suatu kesadaran dalam dirinya (self awareness) dan kemampuan untuk keluar dari dirinya sendiri membuat ia melihat dirinya sendiri seperti apa yang ia lakukan terhadap dunia luar dirinya karena konsep diri itu berpengaruh kuat terhadap tingkah laku seseorang, karena konsep diri bukan sesuatu yang tetap,selalu berubah-ubah, akan berkembang terus-menerus dan selalu diterpa oleh informasi baru untuk dipersepsikan dan diinterpretasikan yang disebut dengan becoming self artinya konsep diri selalu dalam state of becoming atau prosesnya menjadi konsep diri.

Untuk seseorang yang setiap kali terlibat dalam komunikasi pasti akan mendapatkan tambahan informasi “looking-glass self” dan akan selalu mencocokkannya dengan kondisi konsep diri pada saat itu. Becoming itu berarti menujukkan bahwa konsep diri itu tidak selalu terjadi drastis secara mendadak, melainkan secara gradual melalui aktivitas sehari-hari. Pada diri seseorang kemungkinan akan terjadi kesenjangan atau diskrepansi seperti actual self menjelaskan bagaimanakah diri kita saat ini, idel self yang bagaimana diri kita yang kita inginkan selama ini dan ough self yang dimana menjelaskan bagaimana diri kita yang seharusnya.

Maka dari itu semua kegiatan dalam kehidupan manusia membutuhkan atau setidaknya disertai dengan komunikasi. Contohnya seseorang yang baru saja berkenalan cenderung berhati-hati dalam berkomunikasi, misalnya dalam berbicara cenderung menggunakan kata-kata yang lebih selektif. Bedanya dengan seseorang yang bertemu dengan teman akrabnya akan cenderung spontan dan lebih terbuka. Dengan kemampuannya, pada saat memecahkan masalah, setiap individu memiliki karakteristik khas yang tidak dimiliki oleh individu lain. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa setiap individu berbeda satu dengan yang lainnya.

Tindakan komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai macam cara, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi itu termasuk topik yang amat sering diperbincangkan,bukan hanya dikalangan ilmuwan, melainkan juga dikalangan orang awam, sehingga komunikasi itu sendiri memiliki banyak arti yang berlainan. Dalam komunikasi itu seseorang berusaha mendefinisikan sesuatu. Mungkin sesuatu yang belum terjadi atau yang sudah terjadi. Dalam komunikasi itu masing-masing manusia saling menciptakan produk komunikasi realitas dunia mereka memperkenankan apa yang telah mereka ciptakan melalui komunikasi untuk mengotrol mereka. Komunikasi sebagai interaksi yang dipandang sedikit lebih dinamis dari pada komunikasi sebagai tindak satu arah. Pada dasarnya proses interaksi yang terjadi berlangsung juga masih bersifat mekanis dan statis.

Komunikasi tak lain adalah proses take and give berbagai makna diantara dua person. Melalui speech manusia dapat meningkatkan kualitas hidup karena manusia diberi kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru atau sebaliknya mengadaptasikan lingkungan dengan dirinya dan setiap proses adaptasi itu ternyata jauh lebih cepat daripada adaptasi kehidupan yang telah terjadi sebelumnya. Sebagai manusia biasa harus diakui bahwa meskipun kita tahu dan mengenal setiap peristiwa, objek atau orang-orang lain namun kita mempunyai keterbatasan untuk melayani diri sendiri apalagi melayani orang lain.