SELINGKUH DENGAN PACAR YANG DULU

SELINGKUH DENGAN PACAR YANG DULU
Dia akan jadi pacarku selamanya.

Semua orang pasti pernah mendengar seseorang memperkenalkan isterinya dengan kalimat, “Kenalin nih mantan pacar gue.”

Terus terang saya agak sedikit terganggu dengan ucapan itu. Kenapa mereka harus menggunakan istilah ‘mantan pacar’? Apakah sebuah ikatan perkawinan mengharuskan kita menggugurkan status pasangan sebagai pacar? Bukankah masa pacaran adalah masa yang paling menyenangkan bagi sebuah pasangan?

Ketika masih pacaran, kita selalu bertemu satu sama lain dengan pakaian yang keren lengkap dengan parfum yang wangi. Selama pacaran kita sering pergi berdua, entah nonton bioskop, makan malam berdua, berdansa berdua dalam sebuah pesta, ke luar kota bareng-bareng dan semuanya terasa indah banget. 

Di periode pacaran itu, pastinya kita langka sekali melihat pasangan kita ngupil, garuk-garuk pantat yang gatel atau kentut sembarangan. Pokoknya semua terlihat sempurna. Indah sekali, kan? 

Setelah menikah barulah kita melihat isteri bangun tidur dengan wajah berminyak. Tubuhnya dibalut dengan uniform daster butut yang dipakai selama berhari-hari. Kita baru menemukan suami selalu berseragam celana pendek dekil dengan kaos yang sudah bolong di sana-sini.

Kita baru menyadari bagaimana penampilan isteri saat dia belum mandi dengan rambut acak-acakan tanpa parfum. Sementara Sang suami ternyata jarang mandi dan kerjanya cuma berbaring di sofa, di depan TV sambil memegang remote controlnya.

Di periode rumah tangga inilah kita akan sering melihat pasangan ngupil tanpa terganggu pada kehadiran kita. Kalo kebetulan dia kremian, tanpa sungkan dia akan menggaruk-garuk pantat dengan perasaan nyaman. Bahkan ada beberapa isteri yang merasa begitu dekat pada suaminya dan kentut dengan suara keras.

Duuuut!!!!

“Heh, kentut sembarangan!” tegur Sang Suami.

“Hihihihihihi…..gak bau kok!” jawabnya tanpa sungkan bahkan merasa bahwa itu peristiwa yang lucu.

Kembali pada pertanyaan saya di atas. Kenapa kita harus menggunakan istilah ‘mantan  pacar’? Kata ‘mantan’ adalah sebuah istilah yang mengacu pada peristiwa masa lalu. Mengacu pada kegiatan-kegiatan yang gak akan dilakukan lagi pada masa sekarang. Nah, itu bagian yang gak masuk di otak saya. Kenapa tidak dilakukan lagi? Kan udah jelas-jelas masa pacaran itu indah banget? Keindahan itu berkah dan harus dipelihara. Itu sebabnya saya sering menyarankan pada semua orang untuk memelihara keindahan itu.

Saya dan isteri selalu menyediakan waktu sehari dalam seminggu untuk berpacaran. Kami berdua berpakaian rapi selayaknya orang sedang memadu cinta kemudian pergi ke kafe, jalan-jalan di mall berduaan sambil pegangan tangan, sesekali candle light dinner atau cek in berdua di sebuah hotel. Pokoknya apa yang sudah dan belum sempat diwujudkan saat masih pacaran, kami coba lakukan meskipun sudah punya dua anak. 

Dan ternyata cukup menyenangkan, loh. Kehidupan kami jadi seru lagi. Memang rasanya agak berbeda dengan saat belum menikah dulu tapi tetep seru. 

Sejak saat itu, setiap kali ketemu temen, di Kafe, di Mall atau di sebuah acara, saya selalu memperkenalkan isteri dengan kalimat, “Kenalin nih pacar gue.”

Mereka yang udah pada tau kalo itu adalah isteri saya akan nyaut, “Pacar atau isteri?”

“Dia isteri sekaligus pacar gue,” kata saya.

“Mantan pacar, ya, tepatnya?” tanya orang itu lagi.

“Bukan! Dia adalah pacar dan gak akan pernah jadi mantan,” jawab saya dengan suara mantap, “Dia adalah pacar gue selamanya.”

Salah seorang temen yang mengikuti anjuran saya ternyata juga merasakan manfaatnya. Suatu hari dia mengatakan, “Seru, Bud. Rasanya kayak lagi selingkuh tapi ini selingkuh yang membangun karena kita melakukannya dengan isteri kita sendiri.”

“Lo selingkuh dengan isteri lo sendiri?” tanya saya memotong.

“Lah iya kan? Emang lo selingkuh sama siapa?” tanya temen saya kaget.

“Gue selingkuh bukan dengan isteri tapi dengan pacar gue yang dulu.”