Selang Air Bapak

Selang Air Bapak

Selang Air Bapak

Bapak punya warung kopi di depan gang. Sekitar lima puluh meter jaraknya kalau dari rumah. Keseharian Bapak selain melayani pembeli di warungnya juga membersihkan dan merawat warung. Hal paling biasa saya lihat adalah setiap sore Bapak menyiram jalanan depan warung. Biar adem, cuaca memang sedang terik-teriknya.

Untuk kegiatan siram-menyiram itu Bapak menggunakan selang air yang diambilnya dari rumah. Seperti sore itu, Bapak mengambil selang. Selang warna hijau itu tergulung besar tapi rapi. Saya ada di depan TV saat Bapak lewat. Betapa terkejutnya saya saat mendapati Bapak di ruang tamu sedang membuka tali selang dan membiarkan selang terulur panjang. Lalu dengan santai Bapak membawa selang itu ke depan ke luar rumah menuju warung. Selang itu bak ekor naga panjang membuntuti langkah Bapak.

Well, apa maksudnya? Kenapa tidak membawa selang dalam keadaan tergulung agar ringkas? Kenapa harus membawa selang dalam keadaan terurai panjang begitu? Kenapa? Oh, kenapa?

Sungguh, baru saya sadari ternyata Bapak saya se'unik' itu.

Madiun, 23 September 2020