Sang Bintang

Menjadi seorang bintang itu memang tidak mudah. Harus berani melangkah di saat yang lain masih sibuk cari alasan. Mereka berani memulai menulis di saat yang lain masih menunggu wangsit.

Sang Bintang

Sehabis pulang dari musholla saya ingin melepas penat dan mencari udara segar di saat malam muali merambat. rumah saya memang tergolong rumah 'mewah' artinya mepet sawah. Rumah mewah memang mengasyikkan,apabila saya ingin beristirahat dalam keheningan tinggal membuka pontu pintu belakang langsung pemandangan alami persawahan telah tergelar. sambil menikmati secangkir kopi panas saya menikmati sawah di waktu malam dengan  penerangan berjuta bintang. Ada beberapa bintang yang sangat terang,  sinarnya mengalahkan cahaya bintang lainnya. saya berfikir ini memang bintang bukan sembarang bintang. Boleh jadi ini adalah kelompok bintangnya bintang di langit.

Menjadi seorang bintang itu memang tidak mudah.   Apa lagi menjadi surya kehidupan. Menjadi guru atau kepala sekolah Bintang itu keajaiban.

Ust Adeahmad, bunda Ismi, bunda Dwi, Bunda Tri adalah penulis berbintang. Berani berlari melejit di saat yang lain masih menunggu ide. 

Bu Tri sudah mengajak menulis buku, Bu Ismi selalu memotivasi dan menawarkan menulis di berbagai medsos maupun buku, bu Dwi Sutrisniwati sudah 'mengimin-imingi' tulisan-tulisan puitis, Pak Adeahmad sudah melaju-laju menyeberang lautan literasi dengan genre 'sampan' tulisan yang indah. Memang menjadi Bintang itu memiliki langkah yang tidak mudah dicontoh oleh orang lain. Bintang itu gemerlapan menerangi atmosfir  menjadi terang-benderang. 

Menjadi bintang tidak mudah untuk diikuti apalagi mendahuluinya. Seorang bintang selalu terdepan di setiap tempat dan waktu. Mengobtrol dinamika waktu dan kerja   sudah membudaya.  Bintang-bintang lain banyak bermunculan di langit untuk saling berbagi penerangan. Penulis-penulis hebat adalah bintang kehidupan

----------------

Di pinggir sawah menikmati malam Berbintang100620