Sajak lapangan hijau dari pemain berbaju kuning

Sajak lapangan hijau dari pemain berbaju kuning

Saat saya menguasai bola, sepakbola
menguasai saya.
Ia tak pernah melepaskan cengkeramannya. 


Pernah suatu hari kutanya pada rumput bagaimana cara, dia hanya tertawa, sebagaimana rela di injak tanpa peduli cuaca.


Sepatu kemudian mengajakku bicara, "seperti layaknya kamu memilih kami daripada pasangan sepatu lainnya. Semua terjadi begitu saja".


Tiang-tiang gawang di ujung lapangan diam saja ku ajak bicara. Tapi ketika bola keluar arena dia bersuara. "Diamlah! saya tidak boleh bergerak sedikitpun". Terlihat begitu sulit bagi mereka.


Sejak saat itu aku tidak banyak tanya. Aku hanya mengoper bola kepada pemain berwarna sama.


Ternyata kita saudara. Apapun warna seragam kita.


Sepakbola yang menyatukan kita.