Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak

Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak

Judul: Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak
Penerbit: Noura Books
Penulis: Ayah Edy
Cetakan ke-3, 2014
196 halaman, 14 x 21 cm


Anak kita mau jadi apa?

Ayah Edy membantu kita untuk memetakan potensi unggul anak lewat buku terbitan Noura Books tahun 2014 ini.

Entah buku ini masih ada di toko buku atau tidak. Saya beli 6 tahun lalu.

Apakah profesi, cita-cita mayoritas zaman dulu masih diminati anak-anak zaman sekarang? Dokter? Insinyur?

Ada beberapa langkah untuk observasi anak-anak kita. Saya coba rangkum buku setebal 194 halaman yang punya ukuran 14x21 cm ini. Harapannya adalah anak kita akan mempunyai profesi yang sesuai dengan minat, bakat, dan konsistensinya menekuni bidang tersebut.

PERTAMA, susun program stimulasi.

Anak-anak perlu dikenalkan dengan semua profesi yang ada di muka bumi ini. Bisa lewat film, museum, buku, arena bermain, pertunjukan, dan beragam jenis olahraga.

KEDUA, buat daftar minat, bakat, dan konsistensi.

Kita perlu membuat 10 atau lebih daftar minat bersama anak, beri skor, dan tentukan 3 minat dengan skor tertinggi. Anak yang melakukan penilaian. Lalu orang tua bisa pilihkan sekolah atau kursus yang sesuai dengan budget. Monitor selama 3-12 bulan. Kalau anak bosan, biasanya gak akan betah dengan sekolah atau kursus tersebut. Makanya tidak perlu budget yang terlalu besar, karena observasi ini akan memakan waktu dan biaya.

Selanjutnya guru atau trainer bisa menilai skor bakat anak dari progres yang terlihat selama sekolah atau kursus.

Dan orang tua bisa menilai konsistensi anak. Apakah anak bahagia dengan sekolah atau kursusnya? Apa anak semangat bersekolah/ kursus? Atau mulai bosan dalam waktu tertentu? Anak dengan minat tinggi pada satu bidang tidak akan bosan melakukannya terus-menerus.

KETIGA, penajaman profesi.

Katakanlah si anak berminat pada kereta api. Apakah minatnya di desain bentuk keretanya? Atau membuat jalur relnya? Atau sistem mekanisme pertiketannya? Atau entertainment di dalam kereta? 

Atau misalnya anak berminat pada tarian. Apakah ia tertarik menarik solo atau grup? Menjadi penarinya, membuat koreografi, atau manajemen produksinya? Dia ingin seperti siapa? Siapa tokoh panutannya? Di mana kira-kira sekolah terbaik untuk mempelajari bidang tersebut?

KEEMPAT, membuat life plan.

Di sini kita sebagai orang tua mulai menentukan, untuk mengejar profesi sesuai minat, bakat, dan konsistensinya, si anak akan disekolahkan di mana, usia berapa dia bisa mencapai cita-citanya, kira-kira pendapatannya berapa yang bisa diperoleh?

KELIMA, review target pencapaian.

Ini saatnya meninjau ulang dari target-target yang sudah disusun di langkah keempat. Buat review dalam 1, 3, 6, 12 bulan. Agar progresnya terus bisa dimonitor. Biarkan anak mencari solusi dari permasalahannya. Bantu anak mendapatkan jawaban dari hal yang tidak bisa dipecahkannya.

Apakah ada kemungkinan anak pindah jalur minat setelah semua langkah dilakoni? Bisa jadi. Masih ada kemungkinan. Kenapa? Bisa jadi, proses stimulasi pengenalan profesi terlalu singkat. Kurang variasi. Bisa jadi waktu uji bakat dan konsistensinya kurang. Atau ada pengaruh orang tua dalam pemilihan profesi. Atau pengaruh lingkungan lain seperti kakeknya, neneknya, sepupu, teman, atau sahabat dekat?

***

Semoga kita bisa jadi orang tua yang bijak, yang membantu anak untuk menentukan profesi pilihannya. Bukan pilihan kita.

Ini adalah proses kebalikan dari apa yang selama ini kita jalani. Rata-rata. Dulu kita sekolah sampai jadi mahasiswa pun masih bingung mau jadi apa. Sampai lulus masih bingung akhirnya bekerja tidak sesuai bidang, atau minat. Hanya sekadar menjalani hidup yang "mengalir".

Maka, jangan kita ulangi pola masa lalu. Sebaiknya kita mulai arahkan "aliran" itu agar anak benar-benar cinta pada profesinya.

It's a very big project!