Radio atau Podcast ?

Radio atau Podcast ?

 

Sekitar satu bulan yang lalu tepat tanggal 11 September, gw melihat sebuah postingan dari bassist PWG band, Dochi, yang mengucapkan selamat hari radio nasional di instagramnya. Dalam postingan itu, dia membagi kisahnya saat menjadi penyiar radio. Perasaan gw melihat postingan itu langsung sumringah saat gw ingat bahwa dia adalah salah satu penyiar yang selalu gw dengarkan dulu. Yak, ternyata sudah sepuluh tahun yang lalu gw menjadi pencinta radio. Salah satu bentuk hiburan yang gw dapat saat remaja. Menurut gw radio bukan hanya soal musik, melainkan beragam informasi yang disampaikan para penyiarnya dengan beragam macam gaya yang sangat masuk dalam lingkungan gaul anak remaja. Dengan tagline OZ Radio Jakarta your friendly station dari Bangka Raya No.5A Kemang, Jakarta, radio favorite gw mengudara. 


Gw sangat ingat, alasan pertama gw mendengarkan OZ radio adalah karena rasa kesukaan gw terhadap Band RAN. Saat itu gw membaca cuitan dari salah satu personel nya @ninokayam di akun twitternya kalau dia sedang on air di OZ Radio Jakarta. Gw dengan sigap langsung mencari saluran 90.8 FM tsb. Itu memang menjadi alasan pertama gw, tapi alasan lainnya kenapa gw bertahan adalah karena musik yang disajikan bukan hanya lagu-lagu yang sedang hits di dalam maupun luar negri, tetapi juga menyajikan lagu-lagu yang dirilis oleh musisi-musisi baru. Raisa dengan single perdana nya serba salah, Tulus dengan lagu sewindu nya, Adera dengan lagu lebih indah, HIVI dengan lagu indahnya dirimu, mereka adalah para musisi baru yang gw dengar pertama kali di radio. Semakin sering gw mendengar lagu mereka dari radio semakin besar rasa penasaran gw terhadap mereka. Biasanya gw langsung pergi ke Disc Tarra untuk mencari album- albumnya mereka. Ahh what the good old days.

Acara WAKER di OZ Radio selalu menjadi teman gw saat pagi hari mau berangkat ke sekolah dimana Aji Shaba dan Ito menjadi penyiarnya. Suara fresh dan banyolan dari mereka menjadi salah satu moodboster di pagi hari. Gw jadi ingat, pernah suatu hari di WAKER ini sedang membahas topik film dan memberikan pertanyaan kepada OZers (pendengarnya) "apa film favorite versi lo dan alasannya". Gw langsung menjawab Petualangan Sherina dengan tidak lupa menyebutkan nama dan kota asal. Tidak lama gw sms, ada telpon kantor yang menghubungi gw dan saat gw angkat ternyata produser acara WAKER dan gw diajak on air untuk menceritakan film favorite gw tsb. Tapi dengan fikiran anak kecil yang takut terlambat ke sekolah, gw akhinya bilang "Gak deh kak, soalnya aku mau berangkat sekolah". Akhirnya gw tutup telpon itu dan gw selalu menyesalinya sampai sekarang. Huhh. 


Setelah balik dari sekolah gw langsung ditemani oleh acara yang dipandu oleh Sarah Deshita, yaitu sore santai. Suara serak-serak basah Sardesh membahas hal-hal santai dan song list dia sangat membuat gw nyaman. Seinget gw dulu di acara sore santai ada segmen Live and Loud hari rabu dengan latar studio live dari musisi yang ingin radio tour untuk promo album barunya. Pernah saat itu Maliq n D'essentials sedang promo album Sriwerdari di OZ. Dalam acara tersebut pasti ada satu sesi membaca pertanyaan dari OZers yang dikirim lewat SMS atau mention di twitter dan yang terpilih akan mendapatkan album baru yang sudah di tanda tangan oleh personilnya. Gw sendiri sudah menyiapkan pertanyaan yang dimana gw yakin pasti akan dibacakan karena rata-rata dari acara sebelumnya pasti pertanyaan model spt itu yang dipilih oleh penyiar. Tapi nasib berkata lain setelah gw sudah sms dengan pertanyaan versi gw ternyata pertanyaannya dibacakan hanya lewat twiter saja. Sial 


Setelah pukul 7 malam, acara weekday di OZ selalu berubah. Ada acara Dokter Cinta yang digawangi oleh Dochi Sadega, Iyaz Ecoutez dan Lala Karmela setiap hari senin, di hari selasa acara hiphop Roots Block yang dipandu Rayi Putra (RAN), Raben Penyami dan Togi Sinaga yang terakhir gw dengar dulu acaranya jadi pindah ke hari sabtu, kemudian di hari rabu ada acara pergosipan dunia entertaiment yang dipandu Miss Ciccone dan Inu Numata, selanjutnya di hari kamis gw sendiri lupa nama acaranya hahaha (sepertinya acara-acara setan gitu deh) dan terakhir di hari jumat ada acara Disco yang gw juga lupa dipandu oleh siapa hahaha. It was about 10 yeas ago guyss 


Selama jadi pendengar di OZ Radio gak mungkin kalau gw gak punya acara favorite baik dari setiap materi pembahasan atau pun penyiarnya. Dan yang paling berkesan adalah saat gw mendengar acara yang paling absurd tapi lucu banget yaitu LEGA yang dipandu oleh Oom Leo dan Angganggok. Acara ini mulai pukul 11 malam dan berakhir di jam 2 pagi jadi secara waktu memang sangat bertentangan buat gw karena besok pagi gw harus sekolah. Karena acaranya paling ditunggu banget, gw suka tidur dulu jam 8 malem terus buat alarm jam 11 malem hanya untuk dengar acara ini. Sampai kadang gw suka takut ketawan nyokab karena tengah malam suka ketawa tawa sendiri di kamar. Moment yang paling pecah nya adalah suatu saat acara ini harusnya sudah on air tapi tidak ada suara sama sekali dan kalaupun acaranya tidak ada di hari tsb harusnya diganti dengan lagu-lagu. Nah sampai gw cek di twitter gak ada konfirmasi sama sekali dari OZ Radio dan akhirnya besoknya setelah on air dibahas kalau sebelumnya mereka gak siaran karena ketiduran di ruang siaran bersama produsernya hahahha. Itu saat gw dengar on air mereka satu hari setelahnya benar-benar bikin ketawa dan lucu banget. Memang menurut gw secara materi termassuk konten dewasa dan gak cocok buat gw yang pada saat itu masih dibawah umur tapi buat gw pribadi masih dapat diterima karena gak mengandung unsur kekerasan (cuma unsur pornografi saja) hahaha.


Setelah beberapa waktu kemudian, ada satu hal yang membuat gw harus berhenti mendengarkan radio. Yaitu, karena harus melanjutkan sekolah menengah atas gw di Boarding School dimana gw  dilarang membawa handphone di tahun pertama. Sedih rasanya hidup gw seperti ketinggalan zaman, tapi setelah beberapa lama memang rasa kesenangan gw terhadap radio sudah mulai memudar, entah apa alasan pastinya. Ditambah lagi para penyiar yang dahulu menemani gw sudah berganti membuat intensitas kesukaan gw terhadap radio benar-benar hilang.  



Rasa kesenangan gw terhadap konten-konten yang informatif membuat gw mencoba hal baru yang bernama podcast. Hal pertama yang membuat gw suka terhadap konten baru ini adalah banyaknya pilihan materi yang diberikan podcaster yang relate terhadap kehidupan. Podcast ini bisa dibilang sebagai pilihan teman baru disaat gw sendiri dijalan atau sambil melakukan aktivitas lain. Dan yang paling gw suka adalah gw bisa dengar cerita itu kapan saja tanpa dipotong oleh iklan ataupun lagu. Secara materi, kalau dari radio sendiri pasti terbatas waktu dan konten yang bisa di share ke pendengar. Sedangkan dari podcast itu sendiri, podcaster bisa memastikan bahwa konten itu bisa diterima karena ada proses editing yang masih bisa dilakukan. 

Setahun belakangan ini podcast yang selalu gw dengar adalah BKR brother. 3 orang yang pernah dan masih bekerja di radio tersebut gw rasa akan sangat mudah bercerita dalam bentuk audio. Banyak banget orang-orang yang mendengarkan mereka karena kerinduan terhadap 2 anggotanya yang pernah menjadi penyiar satu acara di radio yaitu Trax FM. Kalau gw pribadi gak pernah mendengar mereka di radio, tapi karena gw secara tidak sengaja mendengar mereka di episode ke 7 berjudul "Pertemuan Kiki Aulia Ucup dengan Haji Roma Irama". Dari situ gw langsung tertarik dan menunggu episode baru setiap minggu nya. Sampai detik ini gw sudah mendengar hampir 70 lebih pembahasan di podcast tersebut. 

 

Selain BKR Brother, satu podcaster favorite yang selalu menemani gw adalah Highoctane Podcast by Seringai Band. Gw pribadi memastikan bahwa gw bukan pendengar Band Seringai, tapi menurut gw para anggotanya dalam ngebanyol itu bisa diterima dan jujur. Gw adalah tipikal orang yang terkadang suka dengan musisi bukan karena lagu-lagunya tetapi karena rasa kesukaan kepada personilnya, contohnya seperti Band Seringai ini. Meski dalam jumlah materi podcast masih sedikit, sampai detik ini materi kesukaan gw di podcast ini dan yang paling sering gw dengar adalah Episode 9&10 Childern of the Grave: Soleh Solihun Part 1 & 2. 



Gw pribadi membahas ini secara personal dan sebagai pendengar dari waktu ke waktu. Pada zaman gw sekolah, radio menjadi media hiburan paling dominan karena dalam segi musik dan informasi sangat update. Semakin lama bertambahnya umur, ternyata rasa keingin tahuan gw terhadap musik-musik baru dan informasi terupdate bukan lagi yang utama. Gw hanya butuh pembiacaraan yang singkat dan menghibur saja untuk menemani aktivitas. Tanpa menjelekkan satu hal dan yang lainnya. Sangat menyenangkan masa-masa di mana gw menjadi pendengar sejati OZ Radio. Tapi, gw merasa podcast lebih masuk di kehidupan sekarang dan entah itu sampai kapan.