Pulang Bukan untuk Membawa Petaka

#janganmudik

Pulang Bukan untuk Membawa Petaka
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Ada yang rindu kita

Menanti penuh harap untuk kembali bersama

Di setiap percakapan yang ada

Selalu terselip kata tanya

"Kapan engkau pulang, Ananda?"

 

Bukan main betapa kangennya

Jauh-jauh hari tiket pesawat tlah tersedia

Lebaran tidak sampai dua bulan lagi aja

Tetapi oh ternyata

lagi ada Corona

 

Kata pemerintah, jangan mudik dulu ya

Kata ulama, itu haram karena bikin celaka

Pemerintah bilang lagi, mudik boleh aja

Tapi harus empat belas hari karantina

Agar yang tercinta di kampung halaman tidak tertular virusnya

 

Corona tidak pandang mata

Tua muda, semua bisa kena

Kita bisa jadi sehat-sehat saja

Tapi mana tahu, kita sudah terkena tanpa gejala

Karena menurut para ahli, Corona bisa menjangkit tanpa tanda apa-apa

 

Percuma kan, percuma

Jauh-jauh mudik, eh tidak bisa bersua

Jauh-jauh pulang dari rantau, setelahnya harus karantina

Jangankan makan ketupat, salat Ied saja pasti enggak bisa

Jadi buat apa juga??

 

Semua gara-gara Corona!!!

 

Makanya sahabat, kalau sayang keluarga

dan peduli para tetangga di sana

Tahan dulu rindu di dada

Kangen mama, papa dan saudara, tentu boleh saja

Tapi tidak perlu dulu tatap muka

Sebab kita bukan pulang untuk membawa petaka

 

Sahabat, kita punya teknologinya

Kalau kangen, tinggal video call saja

"Mohon do'a dari jauh ya Ma, ya Pa."

"Semoga ananda sehat senantiasa."

"Semoga Papa dan Mama juga."

"Dan kita selalu dalam lindungan-Nya."

 

Tidak ada yang tahu sampai kapan wabah melanda

Yang jelas kita harus banyak berdo'a

Dan demi membantu pemerintah bekerja

Sudah seharusnya kita saling menjaga

Dan senantiasa waspada bahaya

 

Corona, oh corona

Mumett aku punya kepala.....