Pokuri

Pokuri Sup Krim Kentang

Pokuri
Photo: Pokuri

           “Fabriz kan pinter Bu, kok cita-citanya cuma mau jadi Chef?” Begitu komentar Wali Kelas Fabriz saat pengambilan rapor di kelas satu sekolah dasar yang membuatku tercengang.

            “Loh kenapa Bu, kok ‘cuma’? Ada yang salah dengan cita-cita itu?” Aku balik bertanya lalu menjelaskan bahwa apapun yang menjadi cita-cita anak-anak, akan aku dukung sepenuhnya.  

Mendengar argumentasiku, Ibu Wali Kelas pun tak melanjutkan walau aku rasa banyak yang berkecamuk di dalam pikirannya. Kenapa Fabriz yang pandai matematika tak punya cita-cita yang ‘mewah’ seperti yang biasa didengarnya dari murid-murid lainnya. Ah sudahlah, biarkan saja.

Fabriz sebenarnya sama seperti anak-anak lain pada umumnya yang lengket dengan gadget untuk bermain games. Tapi ada suatu passion1 yang sejak kecil terlihat pada dirinya. Dia senang masak dan belajar bahasa! Dia paling suka coba-coba resep yang dia suka atau bertanya-tanya padaku tentang teknik dan bahan masakan.

Kedua passion ini terus berlangsung hingga sekarang saat Fabriz sudah menjadi mahasiswa Prodi Jepang, Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia. Selain Bahasa Jepang dia juga tertarik mempelajari bahasa Italia dan Arab walau itu tidak dalam rumpun Bahasa yang menjadi jurusannya. Acara masak-memasak pun masih terus dilakukannya. Sering aku dengar dia melakukan masak bersama saat Pandemi belum merebak sebelumnya.

***

“Ma, cobain deh. Enak gak?” Fabriz suatu kali menyodorkan semangkuk sup krim dengan croutons2 di atasnya.

“Wah, enak banget nih kak. Apa ini? Beli dimana?” Komentarku setelah mencicipi sup krim yang rasanya mengingatkanku pada sup krim di sebuah restoran hotel bintang lima.

“Sup krim kentang ala Jepang gitu. Aku yang buat. Aku mau buka PO lewat IG.” Fabriz menjelaskan rencana yang akan dilakukannya pada liburan semester ini.

“Wah keren Fab, mama dukung!” aku menanggapi sambil mengacungkan kedua jempolku.

Fabriz tipe yang agak perfektionis. Dia akan melakukan sesuatu kalau dia yakin bisa melakukannya. Branding, pemilihan bahan, dan lainnya pasti dilakukannya dengan hati-hati karena dia ingin kualitas yang prima. Aku percaya dia pasti bisa.

Pokuri! Itu nama yang dipilihnya. Sebuah kata dalam Bahasa Jepang yang artinya ‘krim kentang’. Pokuri kini sudah hadir di Instagram dengan nama pokuri.soup dan hari ini pengiriman PO pertama sudah dilakukan. Senangnya bukan main! Ayo yang mau sup krim lezat Pokuri ini silakan meluncur ke sini dan ikuti untuk PO selanjutnya.

 

Catatan:

1Passion: semangat, gairah, antusiasme.

2Crouton atau potongan roti tawar yang dipanggang hingga garing dan renyah.