Pertengkaran yang disembunyikan

Dilepas dengan penuh cinta, membuat hariku akan selalu menyenangkan. InsyaAllah

Pertengkaran yang disembunyikan
Kegiatan rutin mengantar si Kakak sekolah

Saat ini, posisi pencari nafkah utama di keluargaku adalah aku, dan suamiku yang bertugas mengurus anak-anak kami, mengantar-jemput sekolah TK si sulung aina. Dari jaman suamiku ngantor, aku selalu paling heboh meminta untuk dipeluk dan dicium sebelum suamiku keluar rumah. Saat ini aku yang selalu berada di genkan (pintu depan apartemen), tapi tidak mengubah sikap manjaku untuk minta dipeluk dan dicium oleh suami.

"mama udah mau keluar nih, tapi belum dicium ayah, kakak aina juga belum cium mama, adek kenes mana nih" 

Sontak saja suara langkah lari terdengar dari dalam berusaha menjadi yang tercepat untuk memeluk mama. Kakak Aina jadi yang tercepat, memelukku, cium tanganku dan menciumku dengan gemas. dilanjut bontotku yang baru berusia 22 bulan yang berusaha menggapai-gapai wajahku. Yang terakhir suamiku mendapat bagian pelukan terlama dan terdalam serta kecupan mesra dariku. Kucium tangannya dan selalu ku ucapkan,

"Terima kasih ya sayang.. thank you for letting me to be shining" 

karena pengorbanannya sangat banyak. Mengalah untuk hidup di negri ini, mengikuti keinginanku untuk menggapai impianku. Aku suka bekerja, dan aku memiliki beberapa ambisi di negri ini, dan suamiku memberikan aku ruang dan kekuatan. 

Suamiku bukan lulusan sastra Jepang, maka tidak ada dasar bahasa Jepang yang dia kuasai, tapi dia berjuang untuk bisa berbahasa Jepang. Dan sering di complaint oleh kakak Aina karena tidak paham apa yang Aina ucapkan, tapi sisi positifnya Aina jadi lancar berbahasa Indonesia juga.

Sebelumnya, suamiku bekerja di perusahaan Remittance di bagian IT, namun karena pertimbangan bahasa Jepang, dia memilih mengundurkan diri dan aku yang masuk keperusahaan itu menjadi team leader untuk Market Indonesia. Kebetulan pemilik perusahaan itu memang teman dekat kami, orang Jepang yang sudah bersahabat dengan kami sejak aku lulus kuliah di Jepang 7 tahun lalu. Disamping itu, ada satu obsesi yang sedang aku kejar, ada target yang sudah aku pasang, dan aku harus berjuang keras mencapai titik itu. 

Sekarang suamiku mengurus anak-anak dan rumah serta menjadi freelancer digital marketing. Menjadi team inti yang mendukung aku mengejar mimpi.

Pagi ini, saat sessi ayah-mama berpelukan, si kakak tiba-tiba berkata,

"ayah to mama ha rabu rabu dane... issai mo kenka suru koto mo nai si, itsumo rabu rabu da shi.. siawasena kazuko ni iru nante. uresiii na..." 

Mendengar anakku melontarkan kata-kata dalam bahasa Jepang yang artinya;

"ayah dan mama romantisnya.. engga pernah sekalipun terlihat bertengkar dan juga selalu romantis.. betapa senangnya berada di keluarga yang bahagia.."

Membuat kami berdua tersipu, merasa malu sendiri karena banyak sekali pertengkaran yang kami sembunyikan dari kedua putri kami, karena menurut kami pertengkaran hanya akan meninggalkan luka hati untuk mereka, dan ketika kami sudah berdamai, kami tidak bisa memastikan apakah luka hati kedua putri kami juga sudah sembuh.

"arigatou kakak aina, adek kenes.. mama sama ayah juga happy banget dititipin kalian berdua oleh Allah.. dikasih suami seperti ayah, hidup mama sempurna..alhamdulillah"

Dilepas dengan penuh cinta, membuat hariku akan selalu menyenangkan. InsyaAllah