PERNIKAHAN

PERNIKAHAN

PERNIKAHAN

Menikah adalah pilihan karena kita bisa saja tidak menikah. Dalam pernikahan sering kali terjadi pertengkaran karena memadukan karakter yang berbeda tidaklah mudah. Bahtera kehidupan dapat dinikmati bersama tatkala pasangan dapat saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.

Pada saat pacaran sifat asli tidaklah tampak. Semua terasa indah karena memang belum hidup bersama. Kekurangan pasangan akan tampak ketika sudah menjadi suami istri. Kembali kepada komitmen berdua perlukah mempertahankan janji suci yang pernah diikrarkan pada saat momen menyatukan dua hati.

Saya banyak mengamati beberapa sahabat yang tidak bahagia setelah menikah. Banyak pasangan yang menelantarkan pasangannya dengan tidak memberikan nafkah lahir bathin hingga bertahun-tahun dan bahkan melukai hati maupun fisiknya. Jika demikian pernikahan memang seharusnya tidak perlu dipertahankan.

Jika pasangan menyadari bahwa dulu pernah jatuh cinta dan saling menyayangi, ketika masalah datang seharusnya di diskusikan bukan dipertengkarkan. Memang harus ada yang saling mengalah jika memang berniat menjadikan pernikahan suatu hal yang sakral dan tidak boleh ternodai.

Manusia tempatnya khilaf namun kekhilafan itu jangan dijadikan suatu kebiasaan yang terus dimaafkan. Namun di dalam berumah tangga, pasangan masing-masinglah yang mengetahui karakter pasangannya dan seharusnya tahu cara menyikapinya. Memaafkan perlu karena tidak seorangpun yang sempurna dengan segala kebaikannya. Kesalahan-kesalahan kecil jangan diambil hati tapi perlu diluruskan.

Ketika sudah tidak ada cinta lagi carilah cara bagaimana menumbuhkan cinta lagi. Luangkan waktu bersama-sama untuk menikmati momen-momen dimasa lalu ketika pertama kali bertemu. Datanglah ke tempat dimana pernah bertemu yang membuat hati berdebar-debar karena jatuh cinta. Kerjakan kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan bersama-sama dikala muda seperti menonton, makan di kedai sederhana, jogging, bersepeda dan masih banyak hal yang dapat dilakukan bersama-sama dengan penuh kasih sayang.

Jika memang harus berpisah, janganlah saling menyakiti melalui kekerasan fisik atau saling menjelekkan karena pasanganmu adalah seseorang yang pernah engkau cintai. Kebaikanmu

tidak akan dikenang dan aibmu akan diketahui orang. Berpisahlah secara baik-baik dan berdoalah jika memang perpisahan itu tidak dapat dielakkan dan hal itu menjadi pilihan yang tepat bagi kehidupan masing-masing. Tutup lembaran lama buatlah lembaran baru yang lebih bernuansa dan berwarna. Jangan menengok kebelakang tapi lihatlah ke depan untuk harapan yang lebih baik. Jika semua itu sudah diputuskan apapun konsekuensinya tidak perlu disesali.

Namun pikirkanlah baik-baik sebelum memutuskan untuk berpisah karena sesal dikemudian hari tidaklah berguna. Menikah kembali berarti mengulang proses dari awal untuk saling mengenal dan memahami. Belum tentu pasangan yang baru akan lebih baik dari pasangan yang pernah dimiliki.

Hidup sendiri bukanlah suatu kesalahan namun hidup berpasangan akan lebih baik karena dapat saling melengkapi.

Quote berikut dapat diingat dan diteladani, "A happy marriage is about three things, memories of togetherness, forgiveness of mistakes, and promise to never give up each other." (Surabhi Surendra)

Jakarta, 20 Februari 2021

Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M.

Lomba Menulis PGRI

Hari ke-20.