Pentingnya Komunikasi Bagi Pekerja Sosial Dalam Menyelesaikan Masalah

Komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam semua aspek kehidupan. Komunikasi berevoluasi sejalan dengan perkembangan peradaban manusia di bumi.

Pentingnya Komunikasi Bagi Pekerja Sosial Dalam Menyelesaikan Masalah
https://unsplash.com

Usia  komunikasi mungkin sama dengan diturunkannya manusia ke muka bumi. Kalau kita cermati di kitab suci Al Quran, Alloh memerintahkan Nabi Adam untuk turun ke bumi. Perintah tersebut menunjukan adanya komunikasi Alloh dengan Nabi Adam.

Komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam semua aspek kehidupan. Komunikasi berevoluasi sejalan dengan perkembangan peradaban manusia di bumi. Sejarah komunikasi dimulai dari bentuk yang sederhana melalui simbol dan gambar-gambar yang diletakan di dinding gua, atau berupa prasasti, sampai  sekarang berkembang secara kompleks di era modern in melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Berbagai macam cara aktivitas komunikasi bisa dilakukan, baik secara verbal yaitu bentuk kata-kata baik lisan dan/atau tulisan ataupun nonverbal yaitu tidak dalam bentuk kata-kata (gestura, sikap, tingkah laku, gambar, dan berbagai bentuk tanda lainnya yang mengandung arti).

Selain itu komunikasi juga bisa dilakukan secara langsung (contohnya . Berbicara secara tatap muka, berbicara melalui telepon, mengirim surat biasa atau e-mail (electronic mail) atau fax kepada seseorang, sekelompok orang atau organisasi ) ataupun tidak langsung melalui perantara (contohnya berupa media cetak atau media sosial (Medos)).

Betapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan kita, termasuk didalam proses penyelesaian masalah yang dilakukan oleh pekerja sosial.

Tujuan dari komunikasi adalah membangun atau menciptakan pemahaman bersama dalam suatu permasalahan. Saling memahami atau mengerti tanpa harus menyetujui tetapi dengan komunikasi dapat terjadi perubahan sikap, pendapat, perilaku ataupun perubahan secara sosial.

Bagi pekerja sosial ada dua kategori dalam komunikasi, yaitu Komunikasi untuk memfasilitasi bantuan interpersonal, dan komunikasi untuk memfasilitasi pertukaran informasi intern dan ekstern lembaga profesional. Komunikasi adalah proses pemberian dan perolehan informasi yang mengandung unsur-unsur pesan, komunikan, komunikator dan proses pemberian pesan itu sendiri.

Secara umum seorang Pekerja Sosial menggunakan tiga metode komunikasi dalam menyelesaikan msalah yaitu melalui wawancara, obrolan dan diskusi yang meliputi komunikasi verbal maupun non-verbal, bersifat resiprokal, dan bisa menjadi formal ataupun informal.

Untuk dapat menyelesaikan masalah, Pekerja Sosial perlu melakukan komunikasi yang efektiv, yang meliputi sebagai berikut :

  1. Keterbukaan (Openness), yaitu Kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menganggapi hubungan interpersonal.
  2. Empati (empathy), yiatu kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu. Berempati berarti merasakan apa yang dirasakan orang lain.
  3. Sikap mendukung (supportiveness), yaitu Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Sehingga membetuk Komunikasi yang terbuka yang mendukung komunikasi berlangsung secara efektif.
  4. Sikap positif (positiveness), yaitu perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
  5. Kesetaraan (Equality), yaitu Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila terbentuk suasananya setara.  

Keberhasilan komunikasi dalam menyelesaikan masalah akan terwujud apabila adanya rasa keterbukaan, sikap mendukung, sikap positif, rasa empati, terciptanya suasana yang setara antara komunikator dan komunikan pada saat komunikasi dilangsungkan.