PASKAH TAHUN INI, YESUS MENDATANGINYA

Sebuah renungan dari seorang anak perempuan berumur 10 tahun.

PASKAH TAHUN INI, YESUS MENDATANGINYA
Photo by Robert Nyman on Unsplash

 

Sabtu Malam Paskah, 3 April 2021

"Mami, Echa feel Jesus is coming."

"Wah, kiamat dong Cha," kataku dengan perasaan ngeri-ngeri sedap.

"Maybe... just get ready," kata papinya sambil tertawa kecil.

Kami pun lalu masuk kamar tidak membahas tentang itu lagi dan tidur.

 

Minggu Paskah, 4 April 2021

"Mami, ternyata beneran lho.  Jesus came in my dream," katanya sesaat setelah bangun pagi.

Echa pun mulai menceritakan mimpinya.

“Echa sama temen-temen lagi duduk di warung. Semuanya ada seven kids. Warung itu nggak ada jualannya. Di mimpinya Echa itu, hanya Echa dan Corto yang Kristen, 5 anak lain bukan tapi Echa nggak tahu agamanya mereka apa."

“Warung apa Cha? Di mana warung itu?” tanyaku.

“Pokoknya warung kecil di pinggir jalan gitu Mami, tapi di mana Echa nggak tahu.”

"Trus..trus..?" tanyaku semakin ingin tahu.

“Tiba-tiba Echa lihat awan bentuk Jesus lagi senyum. After that, ada gempa keras banget. Trus Echa lihat ada meteor banyak jatuh, trus pole-pole listrik patah and jatuh juga. And then, jalan raya cracked, trus belah, tapi Echa sama Corto cool Mami, floating di atas jalan yang rusak itu, jadi Echa sama Corto aman.”

“Trus gimana temen-temen Echa yang lain?” tanyaku.

“I don’t know karena Echa nggak liat ke belakang. Cuma liat depan aja,” jawabnya.

“Ini mimpinya aneh banget deh Mami. Karena tiba-tiba Echa sama Corto teleport ke rumah. Corto ke rumahnya, dan Echa juga ke rumahnya Echa. Tapi kok Papi sama Mami nggak ada ya? It’s ok. Never mind,” katanya.

“Sampai rumah, cuma ada satu rumah di sebelah rumah Echa. Echa main ke sana sambil hold kupu-kupu putih. Tapi, neighbour-nya Echa itu malah bunuh butterfly-nya, jadi Echa marah.”

‘Eh kamu tahu nggak? Kamu kan Christian. Jesus gak suka kalau kamu bunuh binatang. After that, Echa teriak ke dia. Abis itu dia malah ngejek-ngejek Echa dan nyuruh Echa pulang.”

Suddenly, Echa teleport to the same place with Corto, tapi jalannya sudah halus lagi. Tapi earth-nya gelap kayak di outer space, sun-nya jadi kecil. Masih ada api-apinya tapi kecil kayak meteor, udah mau jatuh ke earth. Semua orang di earth tunggu sun-nya naik lagi tapi nggak naik-naik. Earth tetap gelap jadinya.”

5 Days later, sun-nya naik lagi. Trus muncul lagi awan bentuk Tuhan Yesus. Echa sama Corto panggil-panggil ‘Tuhan Yesus’… Tuhan Yesus’… minta diangkat gitu.”

“Tiba-tiba sky-nya terbuka gede banget, Tuhan Yesus muncul dan senyum sama Echa dan Corto. Echa lihat many angels surrounding the earth.”

“Trus, ada 2 angles coming jemput Echa sama Corto diangkat diajak ke heaven. After that, Tuhan Jesus show us very big screen, liatin ke kita what’s happening in earth.”

“Trus Echa liat apa di big screen itu?” tanyaku.

“Tsunami, listrik jatuh, gempa and tornado. Semua jalan di earth rusak lagi, cracked, belah dan dalamnya blank hitam.”

“Trus Echa liat ada satu cowok yang masuk ke big bunker.  Keliatannya amaaaaan banget tapi bisa hancur juga kena tsunami karena orang itu nggak percaya sama Tuhan Yesus."

"Tamat," katanya sambil menangkupkan telapak tangan menirukan suara 'Atuk Upin Ipin'.

 

Catatan dari penulis:

*Cerita ini adalah benar seperti yang diceritakan oleh anak saya. Tidak ada maksud sama sekali untuk menjelekkan agama lain selain Kristen dan tidak ada maksud juga mengajak pembaca menjadi Kristen. Saat ini saya tidak beragama Kristen dan saya sangat menghormati semua agama dan aliran kepercayaan di Indonesia.

*Corto adalah salah satu teman sekolahnya Echa, asli Perancis.

*Echa juga memilih image untuk tulisan ini. "Mirip seperti di mimpi," katanya.

*Selamat Paskah*

heart