NOSTALGIA DALAM IKLAN

NOSTALGIA DALAM IKLAN

Salah 1 iklan TV jaman dulu yang sangat fenomenal adalah iklan IBM versi gajah. Ada cerita yg cukup menarik di balik pembuatan iklan ini.

Awalnya IBM adalah perusahaan komputer yang hanya memfokuskan diri pada perusahaan2 besar.

Belakangan baru mereka menyadari bahwa mensupply komputer kepada perusahaan2 kecil merupakan peluang yang cukup menjanjikan. Karena saat itu banyak sekali anak2 muda yang mendirikan perusahaan sendiri.

Strategi pun dibuat. Iklan ini ditangani oleh Agency Ogilvy, Johannesburg, South Africa. Ceritanya simple aja. IBM yg disimbolkan dgn gajah besar sedang menolong gajah kecil yg merupakan representasi perusahaan kecil.

Bagaimana dengan pemilihan jinglenya? Untuk pemilihan lagu dilakukan riset khusus dengan responden para pemilik perusahaan kecil itu sendiri. Dalam riset itu digali secara mendalam; lagu apa yg mereka sukai saat masih sekolah dulu.

Dari sekian banyak lagu, terpilihlah lagu He ain't heavy, he's my brother. Dan buat saya pilihan lagu ini sangat tepat. Coba pelajari liriknya lalu perhatikan koneksinya dengan konsep TVC di bawah. Luar biasa, kan?

Lagu ini ini pertama kali dinyanyikan  tahun 1969 oleh Band The Hollies, sebuah band yg berasal dari Inggris. Sedangkan TVC ini ditayangkan di TV Indonesia pada tahun 1992.

Kalo di jaman sekarang, klien dan agency mana mau pake lagu yg tenarnya 50 tahun yg lalu? Alesannya jadul, ah. Kurang kekinianlah. Garinglah. Basilah. Pret!

Dari iklan ini kita bisa belajar bahwa pemakaian lagu untuk iklan ga ada hubungannya dgn lagu baru atau lagu lama. Lihat ceritanya, lihat latar belakangnya, lihat seberapa jauh lagu itu bisa bekerja sama dengan visualnya. Dan terakhir tapi tak kalah penting, seberapa hebat pilihan lagu tersebut menyentuh insight target audiencenya.