NGOPREK BUKU: KOLAM MUNA

Jangan baca sendirian!

NGOPREK BUKU: KOLAM MUNA

 

 

Judul: Kolam Muna

Penerbit: Diomedia

Penulis: Viane Suwasa

Cetakan ke-1, 2020

viii + 200 halaman, 13 x 19 cm

 

Konten novel Kolam Muna ini kalau diikuti alur ceritanya, mirip cerita-cerita horor di film layar lebar. Ada makhluk halus, mengganggu manusia, dan ada pertarungan di situ. Apalagi pertarungan di ruangan sebuah rumah tua, semua jendela dan pintu "ditutup" paksa, benda-benda beterbangan, bayangan saya langsung melambung ke adegan sebuah film.

Cerita mulai meninggi alurnya setelah melewati bab 4. Terasa membaca itu semakin cepat.

Misteri-misteri mulai banyak terkuak di bab-bab selanjutnya. Siapa sebenarnya sosok hantu itu, ada hubungan apa dengan tokoh utama cerita, dan bagaimana si tokoh utama menyelesaikan konflik.

Menarik diikuti, dan tidak terasa novel tamat dalam empat jam. Kurang lebih.

Belajar brand dari Pak Bi (Subiakto), produk kita itu membuat konsumen menjadi siapa? Memiliki jam tangan Rolex membuat kita merasa jadi orang kaya. Minum kopi di Starbuck membuat kita merasa jadi orang yang punya life style. Atau menggunakan Macbook atau iphone membuat kita merasa jadi orang yang berpikir berbeda.

Keluar bioskop beres nonton film Avenger, kita seolah-olah merasa jadi pahlawan super. Jalan keluar studio mendadak lebih gagah, dada membusung.

Dulu, keluar pintu 1 bioskop di Malang tahun 2008 beres nonton Ayat-Ayat Cinta, rasanya saya kok kayak Fahri ya. Pemuda saleh, agamis, pribadi yang menawan. Film ini berhasil mempengaruhi penontonnya, yaitu saya.

Novel Kolam Muna ini, beres membacanya, saya jadi agak khawatir dengan ruangan gelap. Yang mana sebelumnya biasa saja. Lalu lemari kecil di kamar mandi, setelah saya tutup, ada cermin di situ. Kok rasanya seolah bayangan si Muna ikutan masuk? 

Ini tidak bisa dibiarkan! 

Akhirnya sebelum tidur saya lanjut nonton film Soul di aplikasi film, untuk mengganti memori Muna dengan yang baru. Hihi….

Itulah kekuatan novel Kolam Muna yang ditulis seorang teman di komunitas The Writers, Viane Suwasa.

Kalau takut dengan cerita horor, disarankan untuk membaca novel ini berdua. Yang satu membaca, yang satu mendengarkan. Tapi hati-hati, kalau tiba-tiba ada yang ketiga….