NGOPREK BUKU: PINDAHAN SEPULUH PEREMPUAN

The Kardushians Story

NGOPREK BUKU: PINDAHAN SEPULUH PEREMPUAN

 

 

Judul: The Kardushians' Stories: Pindahan Sepuluh Perempuan

Penerbit: Brave Books

Penulis: The Writers

Cetakan ke-1, 2021

xviii + 260 halaman, 14 x 21 cm

 

Waktu Om Bud lempar tema cinta untuk dilombakan, thewriters kebingungan. Banyak bertanya syarat apakah begini, apa begitu.

Waktu saya baca The Kardushians' Stories (yang cukup tebal dari sepuluh penulis perempuan), sebenarnya tema besarnya itu cinta berbalut "kardus".

Jadi, mestinya gak perlu pusing lagi mikirin tema cinta kan?

Kecuali, Om Bud minta tema kardus berbalut cinta.

***

Dari buku antologi setebal 260 halaman itu, ada dua hal yang terbersit. Pertama, ada cerita yang membuat saya tertarik. Kedua, ada yang membuat penasaran.

Apa yang membuat saya tertarik?

Yaitu bab berjudul Rangkaian Kata (P)indah.

Ada plot twist dalam ceritanya. Tentu baru paham setelah baca sampai akhir cerita. Sejak awal, digiring dengan cerita yang di dalam pikiran saya, "Ah, kisah suami yang selingkuh lagi, nih. Kayak sinetron-sinetron. Atau cerita komoditas di komunitas menulis online di fesbuk yang heboh itu."

Sampai di pertengahan cerita juga masih tergiring pada konflik tersebut. "Oh, cerai. Oke."

Plot twist-nya adalah sebab dari perceraiannya, yang anaknya juga baru tahu belakangan. Di sini saya menyimpulkan, hebat sekali bapaknya itu, bisa memendam rasa itu sampai akhirnya membuncah di titik harus berpisah. Penulis menceritakannya dengan apik.

Hal kedua, yang membuat penasaran adalah cerita Satu Kardus Dua Hati. Ditulis keroyokan. Satu cerita yang disambung oleh penulis berikutnya. Tetap satu benang merah. 

Tentang celotipe, lakban, dan kardus. Tapi mereka bertiga berwujud manusia. Atau seolah manusia. Dua hati yang merebutkan satu hati. 

Saya enggak penasaran dengan dua hati yang saling berebut tersebut. Tapi si Mata Elang, itu siapa? Dia mengincar kardus? Penulisnya masih menyimpan misteri dalam cerita sambung tulisan ini.

Sepertinya bakal ada kelanjutannya. Entahlah. Menarik untuk ditunggu. Malah, cerita ini sendiri sebenarnya bisa dikembangkan jadi satu novel utuh. Kita tunggu saja.
 

Catatan:

Saya biasanya enggak ngoprek buku antologi, karena penulisnya keroyokan. Tapi si kardus ini, karena teman the writers yang minta (dan dia juga beli buku saya, hehe), bolehlah kita oprek juga.

 

.oksand.

***