NGOPREK BUKU: Cerita Sepenuh Jiwa

Antologi 27 Cerita Tentangku, Tentangmu, dan Sekelilingku

NGOPREK BUKU: Cerita Sepenuh Jiwa

Ngoprek Buku:
Cerita Sepenuh Jiwa

Penulisnya adalah salah satu The Writers batch 7, dari komunitas menulis yang dibangun Om Budiman Hakim dan Kang Asep Herna.

Mbak Ida pun sepertinya lulus dari tagline yang terus digadang-gadang Om Bud selama pelatihan menulis online, yaitu: sebelum mati, tulislah satu buku.

Dari 27 cerita di dalam buku ini, ada dua topik yang menarik mata saya untuk terus ikuti ceritanya. 

Pertama, tentang 20 sahabat, yang terjalin sejak kuliah di Sastra Perancis UI. Rasa pertemanan yang kental itu, jika sampai pada usia jelita (jelang lima puluh tahun), membuat saya iri. Betapa lamanya persahabatan mereka. Dan makin mengental, begitu beberapa sahabat sudah pergi duluan menemui-Nya.

Ceritanya relevan dengan semua orang. Bisa jadi dari kita ada sobat kental semasa sekolah dasar, atau sekolah menengah, atau kuliahan. Bahkan bisa jadi, sejak TK.

Kisah ke dufan bersama, di hari biasa supaya tidak ada antrean. Yang untuk bisa ke dufan itu, harus sepakat ada "kenakalan" bersama. Hihihi.

Topik kedua yang juga menarik buat saya adalah perjuangan penulis merawat suami. Tidak begitu jelas penyakitnya apa, tapi yang saya tangkap sepertinya kanker.

Cerita tentang setianya pasangan selalu membuat terenyuh, apalagi sampai akhir hayatnya.

Yang paling menarik, adalah satu bab dengan judul: Bapakku Bajingan. 

Kontras sekali dengan kisah sang istri saat merawat suami. Namun ada pandangan yang berbeda di mata anaknya. Suaminya pun sebelum meninggalkan dunia ini, sempat menulis beberapa kalimat, yang menjadi penguat. 

Sisanya, silakan dioprek sendiri buku karya Ida Sylviana ini ya. Terbitan Brave Books, Juli 2020. Tebalnya 210+xx halaman. 

Ternyata ukuran bukunya serupa novel Tuing!, jadi buku ini sangat handy dan mudah dibawa-bawa.

Harganya Rp 75.000, untuk 13 tahun ke atas. Wajar, karena ada G-String di dalamnya.

Ssst...!