Menjaga perasaan itu sama dengan 70 persen kemenangan

Seri manajemen pelayanan konsumen

Menjaga perasaan itu sama dengan 70 persen kemenangan

-Menjaga Perasaan itu sama dengan 70% kemenangan-

Geliat usaha itu kalau tidak ke atas ya turun tergelincir bubar. Kita pilih yang pertama agar usaha kita bisa naik keatas, walau harus tergopoh, walau harus merangkak di tangga kesuksesan.

Tapi tangga keatas ini tidak mudah, licin cenderung bikin tergelincir.
Awalnya mungkin menganggap remeh pijak demi pijak anak tangga, tanpa terasa mengabaikan dan tidak hati2. Jatuh, tergelincir dan jatuh nya bukan dianak tangga sebelumnya, jatuhnya bahkan bisa sampai terperosok kedasar.
Dan yang namanya jatuh ya kalau nggak cidera berat ya wassalam.

Diatas adalah cerita pengantar perumpaan dalam menapak tangga bisnis.
Perhatikan kata licin yang saya masukan dicerita itu.
Licin ini adalah mengelolah komunikasi baik dengan customer, calon customer ataupun dengan team internal sendiri.

Egoisme kita biasanya muncul disini
Terbesit dihati misalnya jika ada komplainan dari calon konsumen atas lamanya respon kita dalam menjawab pesan misalnya seperti ini.
"Lu siapa, gua jualan kan untuk ini, untuk itu kok berani2 nya komentar begitu bilang slow respon"
Atau bisikan dalam hati yang kadang menjadi pembenaran. Walau di bungkus dalam bahasa halus.
"Maaf kami tidak aktif jika jam segitu" lah calon konsumen mana mau tau, dan pasti reseller atau agen juga jika menghadapi produsen atau dist seperti ini, akan kabur.

Dilema memang. Jika usaha kita masih pemula, extra tenaga dibutuhkan disini. Tapi ini Resiko Bung. jika tidak mau ambil resiko balik kanan saja jangan jadi pedagang/pebisnis.

Padahal kalau dipandang lebih jernih, Calon konsumen itu ketika melakukan pertanyaan, artinya dia sedang butuh akan produk atau jasa kita minimal informasi awal produk atau jasa kita itu. Dan ini peluang menjadi closing.

Padahal kalau kita mau jujur, reseller atau agen yang bertanya kepada kita, sebenarnya mereka sedang menjadi penyambung lidah calon konsumen atau konsumen loyalnya. Dimana kecepatan jawaban sangat penting. Ini artinya peluang terjadi closing lagi dari reseller atau agen ini cukup besar.

Tapi pembenaran diri atas ke egoisan kita mengabaikan kita, dan tanpa disadari kaki kita mulai terpeleset disini.

Calon konsumen menjauh, kapok baru nanya aja di komplain apa lagi kalau transaksi.

Dan reseller atau agen diam2 akan mencari supplier baru yang cepat tanggap. Artinya ini bukan saja terpeleset tapi terpelanting jatuh kita.

Padahal menjawab cepat adalah pembuka rezeki. Apa lagi jika kita ceria  bersifat ramah dalam menjawabnya. 
100% calon buyer akan ketagihan dan berpotensi besar membeli produk kita.
100% reseller atau agen akan loyal

Disini dibutuhkan pemahaman baru dalam pikiran dan hati kita.
Bahwa menjawab pertanyaan dalam lingkup produk dan jasa yang kita jual, adalah Menjaga perasaan, karena yang kita hadapi manusia yang gumpalan dadanya penuh dengan rasa emosi yang tak sama.

Menjaga perasaan ini yang kami coba implementasikan dalam sistem customer service pada lini usaha juraganoleholeh.com mallislam.com dan brandbos.com menjadi sebuah SOP baku dalam mengelolah calon buyer,buyer,dan team reseller internal.

Karena kami ingin keatas, ingin mencapai puncak, dan bertahan di puncak untuk selamanya.

- ditulis diatas meja kerja di ruang tamuku..10 menit ketika waktu sdh pukul 00.10