MENILIK FILM TILIK

Film Pendek yang Sukses Menggiring Opini Warganet

MENILIK FILM TILIK

MENILIK FILM 'TILIK'

Ada kehebohan di dunia maya tentang film berdurasi 32 menit ini. Sampai saat ini, sudah ditonton 6,5 juta kali di Youtube. Dan masih terus bergerak naik. 

Kalau di bioskop, jumlah penonton sebanyak itu sudah menjadikan film ini masuk kategori box office. Bersaing dengan Dilan 1990 (6,3 juta penonton) dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 (6,8 juta).

Menurut saya, Wahyu Agung Prasetyo, sutradara film pendek ini, berhasil mengirim beberapa pesan.

Ada karakter Bu Tejo yang diperankan Siti Fauziah, sebagai tokoh sentral film yang proses syutingnya 3 hari di atas truk dan 1 hari di desa.

Siti Fauziah dalam pandangan saya, berhasil memerankan tokoh ibu-ibu yang penggosip, penebar isu, penggiring opini, dan mempunyai suami yang maju untuk pemilihan lurah.

Gaya senyum dengan menarik satu sisi bibir atasnya sudah mewakili karakter perannya. Harap digarisbawahi: karakter peran. Karena tidak sedikit yang menilai film ini hanya dari satu sisi saja, yaitu Bu Tejo sebagai tukang ghibah. Lalu mempersempit sudut pandang menjadi representasi wanita berjilbab yang tukang ghibah.

Banyak misi dalam pembuatan film. Bisa mengangkat kehidupan nyata, bisa menggambarkan potret di masyarakat, bisa sindiran, bisa nasihat yang tersirat. Film Tilik yang berarti menjenguk ini sendiri tujuannya mengangkat kebiasaan menjenguk di desa, yang memang suka menggunakan truk sebagai alat angkutnya. Alih-alih bus atau kendaraan umum. Dan film ini juga mengangkat topik banyaknya hoax beredar di era digital, dan begitu mudahnya termakan isu dari internet. 

Saya geli sendiri waktu netizen kita berkomentar di akun aktris Korea karena perannya sebagai pelakor. Apa mereka lupa kalau orang di layar itu sedang bermain peran? Saking bagusnya memainkan karakter, sampai terbawa di dunia nyata, seolah dia memang seperti itu.

Dalam opini saya, Siti Fauziah, Brilliana Desy, Angeline Rizky, dan Dyah Mulani, malah berperan sangat natural, dibandingkan pemain dalam sinetron di layar kaca.

Peran-peran natural ini kalau mau dibandingkan, setara dengan sinetron Para Pencari Tuhan, yang pada awal munculnya sinetron itu di SCTV, kita bahkan tidak kenal siapa mereka. Kecuali Trio Bajaj, Jarwo Kwat, dan Deddy Mizwar.

Empat orang pemeran di film Tilik itu yang bermain sebagai Bu Tejo, Yu Ning, Bu Tri, dan Yu Sam, berakting dengan baik sekali. 

Rasa penasaran dengan tokoh Dian terus tertanam. Seperti apa cantiknya. Cantik versi ibu-ibu di atas truk itu, serta Gotrek sang sopir truk yang juga ikut kesengsem. 

Ternyata Dian, yang diperankan Lully Syahkisrani, hanya muncul 2 scene, sebagai konklusi atas apa yang diperbincangkan ibu-ibu di atas truk itu. 

Dengan durasi 32 menit, film ini saya beri acungan jempol. Jempol dengan akting para pemeran yang belum pernah main film sekalipun. Jempol dengan cara mengaudio-visualkan tema yang diambil. Dan jempol untuk plot twistnya.

Alur film ini pertama, ibu-ibu yang dikomandoi Bu Tejo menebar opini. Lalu Yu Ning meragukan semua opini tersebut. 

Kedua, kemunculan Dian di akhir scene menggiring kita sebagai penonton untuk ikut menilai, apa benar opini ibu-ibu di atas truk pasir itu?

Ketiga, sebelum film berakhir, Dian memasuki mobil mewah, dan memberi kesimpulan atas opini yang sudah digiring di awal.

Pulpen akan mempunyai beberapa bentuk jika dipandang dari semua sisi. Bisa jadi panjang lonjong dari samping. Bisa jadi bulat dari depan. Atau kotak panjang dari atas. Dan semua pandangan benar.

Good job!

Tulisan ini dikreditkan untuk Ravacana Films (produksi), Wahyu Agung Prasetyo (sutradara), Elena Rosmeisara (produser), Bagus Sumartono (penulis skenario), dan seluruh kru film serta para pemain di dalamnya.

Saran saya, tonton juga di balik layar film Tilik, supaya pandangan akan kenapa film ini dibuat, menjadi lebih luas lagi.

.oksand.

Film Tilik:
https://youtu.be/GAyvgz8_zV8

Di balik layar Film Tilik:
https://youtu.be/WWu8jDxf4xk