Menghadapi Komunikasi Lintas Generasi dalam Keluarga

Bagaimana menghadapi perbedaan gaya komunikasi antar generasi dalam keluarga? Simak disini!

Menghadapi Komunikasi Lintas Generasi dalam Keluarga
Different Generations.

Komunikasi dalam kehidupan memiliki tujuan supaya dapat melakukan interaksi dua arah secara timbal balik dan dapat melahirkan suatu pemahaman. Sebagai organisasi terkecil dan lingkungan pertama bagi individu, komunikasi dalam keluarga menjadi peran penting dalam kehidupan. Sesama anggota keluarga diperlukan interaksi dan komunikasi yang baik sehingga menciptakan aturan yang disepakati bersama. Komunikasi dalam keluarga juga penting karena berperan sebagai agen sosialiasai utama dimana keahlian komunikasi seseorang didapatkan dari keluarganya.  Menurut Budayatna & Ganiem (dalam Kinanti, 2019), komunikasi keluatha berkontribusi dalam pembentukan konsep diri dan memberikan pengakuan dan dukungan yang diperlukan. Keluarga terdiri dari beberapa generasi seperti kakek dan nenek sebagai babyboomers, ibu dan ayah sebagai generasi X dan Y, serta anak sebagai generasi Z dan Alpha. Mengingat esensi dalam proses berkomunikasi adalah untuk memperoleh kesamaan makna antara orang yang terlibat komunikasi, maka cara berkomunikasi antar generasi ini juga harus disesuaikan.

Perbedaan usia antar generasi ini dapat menjadi penyebab adanya miskomunikasi. Seperi seseorang yang lahir antara tahun 1922 sampai 1945 memiliki gaya komunikasi individual dan formal seperti surat menyurat. Berbeda dengan seseorang yang lahir antara tahun 1981 sampai 2000, mereka memiliki gaya komunikasi partisipatif dengan berbagai sumber yang lebih update seperti email, SMS, dan chat. Selain itu, beberapa penyakit yang diderita oleh lansia seperti semakin berkurangnya/gangguan pendengaran, gangguan memori, atau berbicara yang sudah kurang jelas memiliki pengaruh terhadap cara berkomunikasi antar generasi ini. Menurut Dr Erikavitri yulianti, Sp.KJ ketika menyampaikan materinya mengenai “Menjalin Komunikasi Antar Generasi Pada Keluarga Pasien Lanjut Usia”, untuk menyesuaikan gaya bicara jika berbicara dengan orang yang lebih tua. Salah satu caranya adalah dengan menyederhanakan kalimat yang digunakan, mengeraskan volume suara, dan mengurangi kecepatan bicara.

Dalam buku Komunikasi dalam Perspektif Teori dan Praktik, cara berkomunikasi efektif dalam keluarga yang termasuk dalam komunikasi interpersonal ini memiliki ada beberapa karakter, yang pertama adalah keterbukaan yang berarti membagi perasaan kepada orang lain yang pada akhirnya akan memunculkan rasa empati. Hal ini akan memberikan mutual understanding dari antar anggota keluarga tersebut. Selain itu, memperlakukan orang lain secara setara juga akan memberikan rasa hormat dan rasa dihargai jika terjadi perbedaan pendapat antar anggota keluarga.  Perbedaan generasi ini juga mendukung pentingnya untuk menciptakan suasana kondusif dalam berkomunikasi. Hal ini diperlukan karena mengingat akan adanya perbedaan pandangan dan perasaan yang terjadi. Komunikasi paling efektif yang bisa dilakukan dalam keluarga dan mengingat adanya perbedaan generasi adalah dengan komunikasi secara tatap muka (face to face) karena melalui hal ini akan tercipta kedekatan. Namun jika memang tidak memungkinkan dan harus menggunakan media lain maka pastikan pesan yang disampaikan jelas dan disusun dengan baik. 

Pastikan bagaimana gaya komunikasi dalam keluarga sehingga dapat terjalin hubungan yang baik. Seperti gaya komunikasi seorang anak memang akan terbentuk dari keluarga namun tidak bisa dihindari bahwa mereka akan memiliki pergaulan dan interkasi dengan lingkungan social dimana hal ini akan mempengaruhi bagaimana mereka berinteraksi di rumah. Kemudian menurut Gamble, gaya komunikasi orang tua ada tiga jenis yaitu asertif dimana komunikasi dilakukan untuk menghormati orang lain. Dalam hal ini komunikasi dilakukan untuk memberi perhatian namun tegas. Kemudian gaya non asertif yang memiliki karakteristik tidak tegas dan gaya ini cenderung menimbulkan rasa rakut serta mengesampingkan diri. Terakhir ada gaya agresif dimana pelaku atau komunikator mendominasi dalam setiap interaksi (self centered)

Apapun gaya serta cara yang digunakan, komunikasi antar semua pihak dalam keluarga sangat penting. Dalam prosesnya, masing-masing anggota dalam keluarga akan menemukan cara yang tepat untuk berkomunikasi sehingga dapat menyampaikan pesannya dengan baik dan diterima oleh lawan bicaranya. Komunikasi keluarga yang terjalin dengan baik akan berpengaruh terhadap beberapa factor seperti terciptanya kedekatan serta kenyamanan antar anggota keluarga itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya saling pengertian dalam keluarga ketika melakukan komunikasi, baik dari anggota berusia muda ke usia lanjut ataupun sebaliknya. 

 

Source:

G. Restu Kinanti, and W. Noor Rakhmad, "Memahami Relasi Komunikasi Orang tua Milenial dalam Pembentukan Konsep Diri Anak di Era Digital," Interaksi Online, vol. 7, no. 2, pp. 115-126, Mar. 2019

Istiyanto, S. B., & Yusasi, R. (2017). KOMUNIKASI KELUARGA SEBAGAI PENUMBUH KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 1-25. https://doi.org/10.21009/communicology.051.01

http://dinkes.surabaya.go.id/portalv2/blog/2015/03/24/jembatani-masalah-komunikasi-antar-generasi-dengan-communication-accommodation-theory/

https://media.neliti.com/media/publications/185940-ID-none.pdf