MENGAPA HARUS LEWAT PERANTARA?

MENGAPA HARUS LEWAT PERANTARA?

MENGAPA HARUS LEWAT PERANTARA?

 

Sering lihat iklan rumah dijual tanpa perantara? Juga untuk tanah dan kendaraan?

Dan mengapa ya justru iklan yang seperti itu membuat barang yang dijual susah laku? 

 

Sebagai pembeli tentu kita ingin mendapatkan harga semurah mungkin dengan kualitas terbaik, apalagi menyangkut properti khususnya rumah yang biasanya untuk dihuni sendiri, beda dengan rumah baru yang jelas pihak pengembang memiliki tim marketing sendiri untuk hargapun biasanya sudah fix sekian.

 

Pemilihan rumah seken atau bekas tinggal juga tak kalah menarik untuk disimak perjuangannya hanya saja yang sering luput dalam perhatian tidak semua orang pemilik rumah mau rumahnya di tempel dengan spanduk rumah dijual dan tidak semua juga pemilik rumah sabar meladeni semua pertanyaan calon pembeli.

 

Di sanalah peran makelar atau broker sangat diperhitungkan mereka yang siap membantu kita untuk mencarikan rumah sesuai keinginan dan besarnya dana yang kita punya.

 

Sayangnya masih banyak anggapan bahwa membeli dengan melalui perantara itu akan jauh lebih mahal ketimbang membeli langsung, kata siapa? 

 

Seorang makelar atau broker profesional hanya menerima sekitar 2-2,5% dari harga jual itupun ada pihak penjual yang meminta untuk tidak menaikan harga jadi harga tetap dari penjual sampai ke pembeli, tawar menawar tetap dengan sang penjual.

 

Beberapa tahun lalu saya tak sengaja terjun kedunia makelar ini, dimulai dari menjualkan mobil kakak saya juga rumah teman saya semua berjalan lancar dan cepat saya hanya membantu iklan dan tawar menawar tetap dengan pihak pertama dan saya mendapat pee yang lumayan dari kakak saya, sayangnya teman saya justru mangkir dan tidak memberi apa-apa juga ucapan terimakasih pun tidak padahal sang pembeli berterima kasih pada saya, alasan teman saya pembeli dapat info dari orang lain bukan saya ck..ck urusan uang memang sensitif saya relakan saja dan sejak saat itu saya mengerti perjanjian hitam di atas putih itu sungguh penting meskipun dengan teman yang sudah sangat kenal sekalipun.

 

Lalu saya kembali kebanjiran tawaran memasarkan rumah-rumah selanjutnya, hingga saya bertemu pemilik rumah yang kebingungan ingin segera menjual rumah agar segera laku untuk satu kepentingan mendesak, dijual dengan harga sangat miring, disinilah peran ayah saya membuat saya tetap sadar, menjual harus tetap pakai hati nurani ada orang terdesak jangan dibuat beban dengan menawar serendahnya, kalau bisa kasihlah harga yang sedikit lebih tinggi kau tidak akan rugi.

 

Ayah adalah klien ketiga saya, ayahlah yang membeli rumah itu dengan harga diatas yang pemilik berikan.

 

Melihat reaksi mereka saat mendengar nominal yang ditawarkan ayah membuat mereka sumringah disitulah kepuasan yang sesungguhnya. 

 

Dari orang itulah saya direkomendasikan kebanyak kenalanya yang ingin menjual rumah, lumayan promosi gratis.

 

Pernah karena masih sangat pemula saya tidak sempat memperhatikan hal kecil yang kelihatannya sepele tapi besar ujungnya. Mengenai pembayaran tagihan listrik, sebuah rumah yang hampir kosong 3bulan setelah dipindah tangankan pembeli tidak bersedia membayar tagihan sementara pemilik rumah juga tak ada inisiatif membayar wah kacau sekali saya tak mungkin lepas tangan begitu saja.

 

Setelah menghubungi penjual yang menyatakan keberatan melakukan pelunasan tagihan saya pun terpaksa melakukan pembayaran dari kantong sendiri diambil dari uang pee yah mau bagaimana saya harus mengalah. Saat itu saya belum mampu berkomunikasi dengan baik layaknya seorang makelar sejati padahal kunci dari segalanya adalah komuikasi bukan? Hilang separuh uang saya ha-ha-ha.

 

Jasa perantara haruslah netral dia tidak boleh mengatakan hal-hal yang tidak sesuai kenyataan adanya kekurangan suatu rumah haruslah dikatakan diawal dengan jujur agar pembeli nanti tidak merasa ditipu.

 

Jadi tak perlu takut dan ragu memakai jasa perantara ya ada baiknya perantara yang sudah berpengalaman atau memiliki sertifikat resmi agar nanti jika ada hal-hal yang dirasa kurang atau merugikan pembeli bisa mengkomunikasikanya dengan mudah dan pasti.

 

Mimi la rose.

Lubuklinggau 10 Januari 2021.