Memanggil Sepi

Memanggil Sepi

Hai Perempuan Berbaju Ungu, engkau nampak gemuk sekarang. 

Pipimu padat mengembang dengan rona merah di tulang pipi.
Membuatmu semakin indah, mengalahkan indahnya bunga apapun.
Adapun rambutmu, amboi, tergerai menawan diusap angin.

Perempuan Berbaju Ungu,
Kulihat layangan putus. meliukliuk kaya orang mabuk, meninggi terus meninggi hingga akhirnya dilemparkan angin meluncur deras ke bawah dan terhempas di ranting-ranting pohon. 
sebentar kemudian, tercabik-cabik ia.
aku meringis perih melihatnya.

Perempuan Berbaju Ungu, semalam kau datang lagi di mimpiku. Kita berpelukan erat dan saling berpandang lekat.
Paginya saat bangun aku letih, tertekan,rindu dan merana.

Perempuan Berbaju Ungu, engkau dimana ?
Aku adalah lidah gelombang yang berulang-ulang menjilati bibir pantai
Seperti juga rinduku padamu yang berkali-kali datang menyapa jantungku
Kaulah pesona
Dan aku terkapar lelap di hangat pelukmu