Maunya Apa???

Corona Takut, Vaksin Takut

Maunya Apa???
Laju vaksinansi di Indonesia

 

 

"Apa kabar? Sehat?"

Pertanyaan itu sebelum Maret 2020 adalah basa-basi. Sekadar kalimat pembuka di awal pertemuan. Tapi setelahnya, merupakan pertanyaan yang jawabannya bukan lagi basa-basi.

Walau jawabannya sama: "alhamdulillah." Tapi sepertinya intonasinya berubah. Kali ini lebih diliputi rasa syukur dengan nikmat sehat.

Ada infografis yang cukup menohok, kiriman di grup WA, sebuah gambar terusan. Di situ disebutkan, laju vaksinasi di Indonesia adalah 64.187 dosis per hari. Dengan laju seperti itu, butuh 10 tahun untuk mencapai 75% dari populasi, dengan dua tahap vaksinasi.

Sepuluh tahun???

Satu tahun ini saja sudah membuat orang-orang jenuh, ingin liburan, bosan WFH, penat dengan zoom meeting, dan berkurangnya omset pada beberapa lini bisnis. Sepuluh tahun, tidak bisa dibayangkan.

Atau, kita memang sudah ditakdirkan untuk memelihara tubuh lebih ketat daripada biasanya?

Sehat bermasker, sakit apalagi.
Tidak sembarang menyentuh barang atau benda-benda di tempat publik.
Jangan main let's go aja kalau ada kerumunan. Tahu sendiri kebiasaan orang kita. Ada kerumunan dikit, bawaannya nimbrung. Padahal enggak ada apa-apa juga di situ. Yang penting nimbrung dan turut heboh.

Dan sekarang tangan kita lebih wangi dari biasanya. Sering cuci tangan, atau pakai hand sanitizer.

Maka 4M sudah jadi gaya hidup baru. Mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan menjauhi kerumunan. Jangan sampai manyun, muram, malas, dan misuh.

Ada yang lebih lucu dengan respon netizen terkait vaksin. Saya tulis secara halus lewat barisan kata di bawah ini:

TAKUT

Makhluk tak kasatmata, bergidik manusia
Ia cepat bergerak, mengulik manusia
Karena memang ia butuh inang
Ketika batuk ianya terbang

Belum ada yang dapat mematikannya
Hanya serum yang dipunya
Agar makhluk berakal menjadi kebal
Beberapa tetap bebal

Ia diberi banyak predikat
Konspirasi, jual beli, takdir Ilahi
Mana yang akurat
Tentukan sendiri

***

Namun sepertinya barisan kata di atas kurang mempan atau kurang dipahami sebagian yang lain. 

Jadi kalau dengan kalimat langsung, kira-kira seperti ini:

Corona takut
Vaksin takut 
Maunya apa???


#VaksinSajaTidakCukup