Maksimalkan Body Language Saat Kamu Berinteraksi Dengan Orang Yang Berbeda Bahasa!

Segala kesuliatan atau kendala yang muncul karena keterbatasan bahasa yang kita gunakan, maka komunikasi non verbal akan mengambil kendali yang lebih besar di interaksi tersebut.

Maksimalkan Body Language Saat Kamu Berinteraksi Dengan Orang Yang Berbeda Bahasa!
Maksimalkan Body Language Saat Kamu Berinteraksi Dengan Orang Yang Berbeda Bahasa!

Tidak sedikit dari kita merasa khawatir bahkan takut saat ingin mulai berbicara dengan orang yang berasal dari negara lain. Salah satu faktornya adalah karena perbedaan bahasa. Hal ini menjadi salah satu permasalahan komunikasi yang terus terjadi. Mengutip pada kumparan.com, menurut hasil studi tahun 2017 yang di laksanakan oleh First Languege (EF), Indonesia menempati peringkat 39 di indeks kecakapan bahasa Inggris. Dengan kata lain kemampuan bahasa inggris masyarakat Indonesia hanya cukup baik. Tetapi bukan berarti hal tersebut menghalangi kita untuk berani mencoba berinteraksi dengan orang asing.

Sebelum berinteraksi langsung, pikiran kita akan diselimuti dengan pertanyaan “apakah ia akan mengerti maksud perkataan saya?”, “kalau nanti saya di tertawai karena salah berbicara bagaimana?” dan lainnya, padahal hal yang kita bayangkan belum tentu akan terjadi. Maka dari itu penting bagi anda memahami bahwa kekhawatiran seperti itu sangat wajar timbul bahkan tanpa sadar.

Anda perlu mengetahui dua jenis komunikasi terlebih dahulu, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang memakai kata-kata baik dalam bentuk pembicaraan ataupun tulisan Sedangkan komunikasi non verbal adalah  komunikasi yang berbentuk tanpa kata-kata (gestur, mimik wajah, dll) (Agus, 2003). Kedua jenis komunikasi ini saling melengkapi, saat penggunaan bahasa kurang maksimal menyampaikan pesan maka komunikasi non verbal akan melengkapinya, begitupun sebaliknya.

Menerapkan komunikasi nonverbal saat menyampaikan pesan dapat menjadi alternatif yang tepat untuk memaksimalkan maksud pesan yang ingin kita sampaikan. Komunikasi nonverbal itu sendiri termasuk bahasa isyarat, Ekspresi wajah, kode, simbol dan intonasi suara.

Begitu pula saat kita berkomunikasi dengan orang yang berbeda bahasa dengan kita baik di negara sendiri ataupun di negara orang lain. Sewaktu berada di negara lain kita akan berinteraksi dengan orang di sekitar seperti ingin menyakan arah, menanyakan tempat yang ingin di tuju, atau hal-hal kecil seperti menanyakan harga saat berbelanja souvenir, dan lain-lain. Biasanya kita akan bertanya secara lisan, tetapi tidak semua lawan bicara kita dapat langsung memahami maksud yang kita sampaikan. Saat itulah komunikasi non verbal kita maksimalkan diiringi dengan komunikasi secara lisan.

Komunikasi yang kita sampaikan akan efektif ketika lawan bicara dapat mengerti penuh tentang pesan yang kita sampaikan lalu memberi respon akan hal tersebut (feedback). Contohnya saat kita berada di negara yang bahasanya tidak kita kuasai, dapat memberi tahu jumlah yang kita inginkan menggunakan jari, lalu lawan bicara kita memahami apa yang kita maksud, membentuk tanda ‘X’ dengan tangan ketika ingin menolak sesuatu lalu lawan bicara kita juga merespon, dan lainnya.   Dapat diartikan bahwa segala kesuliatan atau kendala yang muncul karena keterbatasan bahasa yang kita gunakan, maka komunikasi non verbal akan mengambil kendali yang lebih besar di interaksi tersebut. Karena itulah kita tidak perlu khawatir atau takut saat ingin mulai berkomunikasi dengan orang yang berbeda bahasa.