Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Berikan Pelatihan Pembuatan Sabun Kertas

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Berikan Pelatihan Pembuatan Sabun Kertas

Kini sabun cuci tangan dari kertas dapat menjadi solusi yang tepat dalam berhemat dan mampu meningkatkan kreativitas anak dengan membuat percobaan sederhana.

Salah satu program kerja mahasiswa KKN MIT DR ke-11 UIN Walisongo Semarang yaitu membuat produk sabun kertas dan memberi penyuluhan kepada anak-anak akan upaya pencegahan Covid-19 di era new normal. Sabun kertas ini dapat menjadi alternatif dalam mencuci tangan saat bepergian karena dapat menggantikan sabun cair yang ukurannya terlalu besar untuk dibawa.

Mencuci tangan dengan sabun lebih efektif membersihkan kuman dan bakteri daripada hanya menggunakan hand sanitizer. Oleh karena itu, salah satu mahasiswa KKN berusaha mengembangkan bentuk sabun yang lebih praktis dari yang sudah beredar di pasaran.

Santi (22) yang merupakan mahasiswa KKN jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam ini memberikan sosialisasi berupa pembuatan sabun cuci tangan berbahan kertas kepada anak-anak Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Selasa (02/02/2021).

"Biasanya kan, anak-anak suka main di luar, jadi ada kemungkinan kalau mereka akan lupa untuk mencuci tangan. Akhirnya saya dan teman-teman KKN yang lain berinisiatif untuk membuat sabun kertas supaya praktis saat dibawa kemana-mana," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pembuatan sabun kertas tersebut cukup sederhana dan mudah. Bahan yang dibutuhkan hanya kertas HVS dan sabun cuci tangan saja. Sabun cuci tangan cukup dioleskan secara merata di atas dua sisi permukaan kertas HVS, kemudian jemur hingga kering. Jika sudah kering, potong kertas sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah itu, sabun kertas sudah dapat disimpan dan digunakan.

"Cara pakainya cukup ambil sabun kertas yang sudah dipotong-potong tadi, terus basahi dengan air dan cuci tangan seperti biasanya," jelasnya.

Ketua Kelompok KKN UIN Walisongo Semarang, Adie (22), juga mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang sudah ikut berpartisipasi dengan semangat tanpa melanggar protokol kesehatan yang berlaku. Harapannya dari pembuatan sabun kertas ini adalah dapat meningkatkan kreativitas anak dan menjadikannya sebagai alternatif hemat dalam upaya pencegahan Covid-19.

 

Penulis: Dita Setyaningsih