Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Tingkatkan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Tingkatkan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi

​​

​​​​KENDAL — Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah (MIT DR) ke-11 UIN Walisongo Semarang mengolah berbagai macam daun dari pohon berbatang kayu untuk dijadikan sebagai buah tangan guna meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Kampung Sarimulyo, Kaliwungu, Rabu (20/01).


Pelatihan membuat kriya tulang daun yang dipandu oleh Kamaliya (21), mahasiswa KKN jurusan Pendidikan Fisika, dihadiri oleh beberapa ibu rumah tangga dan remaja RT05 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Ia menjelaskan jika kriya tulang daun tersebut berbahan dasar daun dari pohon bertulang keras yang sudah matang dengan tekstur yang kokoh dan banyak serat seperti daun sirsak, daun mangga, atau daun jambu.


Cara membuatnya pun cukup mudah, rebus 1 liter air dengan Natrium Hidroksida (NaOH) atau soda api sebanyak 3 sendok makan, kemudian masukkan daun hingga warnanya berubah menjadi kecoklatan. Buang air rebusan di tanah yang tidak ditumbuhi tanaman, setelah itu hilangkan klorofilnya dengan cara menyikat daun secara perlahan agar tidak merusak serat tulang daun dengan kuas atau sikat gigi.

Kamal, sapaan akrabnya juga memberi peringatan bahwa saat mengolah soda api harus selalu berhati-hati karena bahan tersebut termasuk dalam bahan kimia B3 yang berbahaya dan beracun, sehingga perlu menggunakan masker dan sarung tangan karet agar terhindar dari kecelakaan saat bekerja.


Ida (43), salah satu ibu rumah tangga, mengatakan bahwa kriya tulang daun dapat menjadi salah satu solusi usaha yang berguna untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi. "Meskipun modalnya sedikit, tapi produknya bisa dijual dengan harga dua kali lipat perbuah," katanya.


Hasil dari pembuatan kriya tulang daun ini dapat berbentuk gantungan kunci, hiasan figura, maupun yang lainnya. Kamal juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menciptakan wirausahawan muda suatu hari nanti.

 

Penulis: Ghinayatul'amalya