Living in the moment, don’t pass the moment

Living in the moment, don’t pass the moment
mindful.org

 

Tulisan ini datang dari keresahan gue dalam menjalani keseharian. Tuntutan pekerjaan mengharuskan gue bersikap kreatif dan produktif. Akhirnya gue memacu titik konsentrasi gue hingga multitasking menjadi makanan sehari-hari. Tetapi dari apa yang gue lakukan, ada satu hal ganjil yang gue sadari yaitu gua kehilangan sense of enjoyment dalam beraktivitas.

Akhirnya semua yang dilakukan berasa hampa dan gak enak dinikmati. Semua momen kelewat gitu aja, tanpa gue sadar “ada” dan “hadir” di dalamnya. Waktu berputar terus sedangkan gue lambat laun jadi robot yang mati rasa. Sampe akhirnya gue mengenal konsep ini. Living in the moment.

Living in the moment atau being present adalah sebuah sikap untuk menghadirkan kesadaran diri lo sepenuhnya dengan apa yg sedang lo lakukan. Tujuannya agar lo fokus dan bisa menikmati momen hidup lo. Momen saat ini, sekarang juga. Nah gue bakal share seputar hal ini.

1. Mindset (Being Present)

Being present” bukan berarti lo melupakan sepenuhnya masa lalu dan sama sekali gak memikirkan masa depan. Salah besar kalo begitu. Being present artinya lo berusaha semaksimal mungkin fokus dan menikmati apa yang sedang lo lakukan saat ini. Entah itu kerja, ngobrol sama temen, makan, nonton youtube, denger podcast, dll. Saat melakukan kegiatan-kegiatan itu lo sepenuhnya hadir untuk fokus menikmati tanpa banyak distraksi. jadi bukan sepenuhnya lo harus melupakan masa lalu dan tidak memikirkan masa depan yee. Tapi enjoy the moment right now, right here.

2. Multitasking membunuhmu

Ngerjain banyak hal bersamaan emang keliatannya produktif dan efektif, padahal engga. Multitasking justru ngebunuh produktivitas lo. Dengan banyaknya hal yang dikerjain secara bersamaan maka akan memech konsentrasi, menurunkan kinerja otak berfikir, membuat otak overwork, dan menurut banyak studi malah bisa menurunkan IQ. Coba kerjain satu-satu, selaikan satu-satu. Fokus dan nikmati prosesnya. Kalo makan, ya fokus makan rasain nikmatnya. Kalo denger podcast ya fokus dengerin, ambil segala insightnya. Even kalo bersocmed ya lo fokus maen socmed jangan dibarengin hal lain. satu-satu, pelan-pelan, apa yang dikejar sih kawan?

3. Gratitude

Menyadari “being present” artinya lo juga belajar mensyukuri setiap momen yang sedang terjadi dalam hidup lo. Mulai sesederhana mensyukuri waktu yang lo punya, kesehatan yang lo rasakan, hingga kegiatan yang lo lakukan. Banyak hal yang terlewat tanpa kita mensyukuri momen tersebut. Akhinya kita bisa menikmati dan mensyukuri setiap momen hidup yang kita jalani.

4. RE-Connect

Dengan menikmati dan fokus dalam menjalani momen yang sedang terjadi sekarang artinya momen bersama orang disekitar lo juga akan bertambah kualitasnya. Quality time bareng keluarga, teman, atau pasangan akan semakin intim dan menarik. Karena lo akan menghadirkan diri lo sepenuhnya dan menghindari distraksi dalam menjalin komunikasi.

5. Sprituality

Spiritualitas yang gue maksud adalah aspek rohani yang akan ikut terpengaruh jika lo menerapkan konsep ini. Ibadah harian seperti sholat, kerapnya kita sebagai orang awam sulit sekali untuk menghadirkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. Pikiran kita melayang entah kemana, mungkin ke pekerjaan atau banyak hal. Akhirnya jika ini terus berlanjut, kita mencederai aspek rohani dengan tidak menghadirkan diri dan hati kita sepenuhnya dalam beribadah. Maka living in the moment atau being present juga perlu dalam aspek rohani, malah sangat penting agar kita bisa berlatih khusyu dalam beribadah.

Jadi ayok kita sadar dan hadir dalam setiap momen hidup kita sendiri. Jangan sampai melewatkan semua momen tanpa kita hidup dalam momen tersebut. Kita manusia, bukan mesin tanpa jiwa yang beroperasi monoton berulang-ulang. Nikmati jeda, terlalu banyak hal indah terlewatkan dengan sia-sia.

“Always hold fast to the present. Every situation, indeed every moment, is of infinite value, for it is the representative of a whole eternity.” — Johann Wolfgang von Goethe