Komunikasi yang memberi solusi atau yang membebani?

Semua masalah dapat diselesaikan dengan berkomunikasi semua bergantung terhadap kepada siapa kamu berkomunikasi, cara berkomunikasi yang kamu pakai, dan melalui media komunikasi apa kamu berkomunikasi dengan orang lain

Komunikasi yang memberi solusi atau yang membebani?
Komunikasi itu penting, dan mendasari kehidupan kita sebagai makhluk sosial

Komunikasi yang memberi solusi atau yang membebani?

Oleh : Rivaldo Bastanta Singarimbun

            Tentunya semua dari kita yang pada dasarnya adalah makhluk sosial yang memainkan peran sebagai manusia di dunia, tidak lepas dari komunikasi antara satu dengan lainnya. Komunikasi melahirkan suatu hubungan internal yang khusus baik antara personal, maupun melalui personal dengan publik. Selain tak luput dari adanya komunikasi, manusia juga selalu dihantui dengan adanya masalah. Yang mana masalah tersebut cenderung medewasakan kita, dan membuat kita banyak belajar dari masalah yang kita hadapi sehari-hari. Namun, sejauh ini masalah apa yang bisa diselesaikan tanpa adanya komunikasi? Tentu untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus berefleksi kembali masalah apa yang menerpa kita. Namun, cenderung ketika masalah itu pun melibatkan hanya satu pihak saja (personal) cenderung kita mengkomunikasikan masalah tersebut kepada orang lain atau orang-orang terdekat kita. Namun yang juga menjadi pertimbangan adalah apakah mereka-mereka yang kita tanyai atau dimintai solusi, dapat memberikan solusi yang terbaik untuk masalah yang kita hadapi? Atau cenderung memberikan banyak pertimbangan sehingga justru membebani pikiran dan juga mental yang kita miliki?

            Tak ada yang bisa kita percayai sepenuhnya di dunia ini, selain diri kita sendiri dan pencipta alam semesta ini. Bahkan, terkadang orang terdekat yang kita komunikasikan untuk mencari solusi atas masalah yang kita hadapai, tidak memberikan solusi yang seutuhnya untuk permasalahan yang sedang kita hadapi? Beberapa cara berkomunikasi yang baik untuk memecahkan masalah akan saya jelaskan di artikel ini.

  1. Memilih Gaya Komunikasi yang akan kamu pakai

Berbagai macam gaya komunikas dapat kamu pakai dalam berkomunikasi dalam kehidupan sehari hari. Apakah itu persuasif,adaptif ataupun komunikatif. Persuasif dengan mengajak ataupun pembawaan yang santai terhadap lawan bicara. Dapat menghadirkan suasana yang baik dan ceria antara satu dengan lainnya. Adaptif, yang menurut saya sangat perlu kamu gunakan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Adaptif disini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang baru kamu jumpai, namun kepada orang-orang yang sudah lama kamu kenal. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya ketika kamu sering berjumpa dengan orang-orang yang sama dalam kehidupan ini, kamu dapat mengetahui bagaimana caranya berkomunikasi, apakah orang tersebut dapat memberikanmu solusi atau hanya memberikanmu beban pikiran dan mental? Adaptasi terhadap lingkungan sangat diperlukan dalam berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. Dengan orang-orang yang baru, sebaiknya kamu mencoba untuk mengenalnya lebih dalam terlebih dahulu, jangan-jangan dia hanya sekedar ingin tahu mengenai masalah yang sedang kamu alami, bukan untuk memberikanmu solusi, bahkan mungkin dia lah dalang dari masalah yang kamu hadapi selama ini. Selanjutnya komunikatif, yang baik dari gaya berkomunikasi ini adalah kita lebih tanggap dan siap kepada lawan bicara kita, namun sisi negatif nya adalah sering sekali orang berpikir maksud dan tujuan kita untuknya adalah negatif, yang seharusnya kita ingin membantu malah disalahkan karena beberapa pandangan negatif yang dimiliki oleh lawan bicara kita. Namun, semua kembali kepada dirimu gaya komunikasi apa yang cenderung kamu pakai dalam berkomunikasi sehari-hari, ini salah satu tindakan yang menentukan bagaimana komunikasi dapat menyelesaikan masalah yang kamu hadapi saat ini.

  1. Media Komunikasi yang kamu pakai

Media komunikasi dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu lisan dan tulisan. Di tengah-tengah pandemi saat ini tampaknya kita lebih cenderung menggunakan media komunikasi tulisan. Media komunikasi lisan dibagi menjadi dua, daring dan juga langsung. Saya mengkategorikan media komunikasi lisan menjadi dua, karena menurut saya kita dapat berkomunikasi secara lisan kepada seseorang melalui platform sosial media, tanpa bertatap muka langsung dengan orang-orang tersebut. Dari dua kategori media komunikasi ini, yang paling baik adalah lisan. Karena sangat berbeda ketika berkomunikasi secara lisan dan tulisan. Akan lebih terlihat adaptif dan juga lebih baik jika kita berkomunikasi secara lisan. Mulai dari faktor komunikasi timbal-balik antara satu dengan yang lainnya, dan kita pun bisa mengetahui bagaimana lawan bicara kita merespon terhadap masalah yang kita perbincangkan dengannya.Namun, ini semua kembali kepada masing-masing dari kita, media mana yang biasa kita lakukan dan juga yang kita anggap paling preventif dalam menyelesaikan masalah yang kita punya.

Apakah sejauh ini kita sudah menerapkan gaya komunikasi yang baik untuk memecahkan masalah yang kita punya? Pada dasarnya semua masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi. Tergantung kepada siapa kita berkomunikasi, gaya komunikasi yang kita pakai dan juga media komunikasi yang kita gunakan. Karena ini menentukan apakah hubungan komunikasi yang kita lakukan memberikan solusi atau hanya membebani pikiran dan mental yang kita miliki.