Komunikasi Saat Kelas Daring: Tutorial Agar Tidak Overthinking

"Suara saya terdengar jelas?", “Unstabble Connection”, "Apa ppt saya sudah terlihat?", “Your mic is not working”, "Maaf, Bu. Suara putus-putus." merupakan kalimat-kalimat yang paling familiar saat pembelajaran daring di tahun 2020 (dan 2021?)

Komunikasi Saat Kelas Daring: Tutorial Agar Tidak Overthinking

Siapa sangka, pada tahun 2020, sistem pembelajaran akan berubah secara sangat signifikan?

Biasanya, pukul 08.00 pagi, sedang bercakap santai sambil haha-hihi. Sekarang ramai chat di grup kelas “Ada yang udah hubungin beliau? Udah jam segini belum join meeting.”

Biasanya, kumpul di perpustakaan sambil brainstorming untuk tugas kelompok. Sekarang, cari-cari kontak anggota kelompok yang tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi. Padahal deadline tugas kelompok malam ini. “Ada yang punya kontak X? Dia belum masuk grup kelompok. Belum bales chat gue nih.”

Biasanya, kumpul-kumpul sambil ngopi ria di café sampai tengah malam. Kebiasaan jiwa-jiwa procrastinator yang sudah akut untuk ngerjain tugas menit-menit terakhir. Sekarang, group-chat rame diisi tukar jawaban sama circle belajar. “Nomor 1 udah? Kok jawaban gue beda sama kalian. Pdf X gak bisa dibuka. Kalian gimana?”

Biasanya, keringetan dingin masuk ruangan ujian akhir semester. Sekarang, keringetan dingin depan laptop sambil mikirin scenario terburuk saat ujian akhir semester. “Takut banget kalo nanti gue ngerjain tiba-tiba laptop eror atau tiba-tiba internet mati dan jawaban gue ilang semua.”

Kalau ada rewind-kelas daring-2020, kalimat diatas bisa jadi highlight kalimat ikonik sepanjang tahun. Kalimat diatas menggambarkan suasana yang sama: kecemasan komunikasi saat kelas daring. Kecemasan bersumber dari koneksi internet yang buruk atau dari koneksi hubungan dengan teman belajar. Berdasarkan pengalaman penulis pribadi, drama perkuliahan online selalu berputar pada masalah komunikasi. Semester baru akan segera dimulai dan kita harus belajar banyak dari semester sebelumnya. Semester baru harus dimulai dengan semangat baru. Tapi... bingung mau mulai dari mana? Berikut tutorial menjadi teman yang pandai berkomunikasi agar tidak menyusahkan dimasa kelas daring:

  • Koneksi Internet Harus Bagus

Internet adalah kunci komunikasi daring. Sangat menganggu jika koneksi intenet lama dan bikin video conference macet. Kita harus bisa pintar mengelola dan menyusun strategi agar koneksi internet selalu lancar. Misalnya; (1) pilih posisi di rumah dengan sinyal paling lancar, (2) selalu cek kuota internet! Jangan sampai tiba-tiba kehabisan kuota internet ditengah ujian penting. (3) siap selalu plan b. Tiba-tiba mati listrik dan wifi mati? Siap sedia pulsa untuk beli paket internet dadakan. Susun strategi untuk koneksi internet yang lancar, dengan cara seefisien dan seefektif mungkin.

  • Bukan Saatnya Takut Bertanya

Selama kelas daring rasanya seperti hanya diri sendiri dan laptop yang melawan dunia. Entah itu tugas yang menggunung, urusan rapat organisasi, atau pekerjaan lain, semua dilakukan sendirian. Terkadang, ada rasa takut bertanya dan takut berbicara. Namun, disaat seperti ini, hanya diri sendiri yang bisa melawan rasa takut tersebut. Disaat seperti ini, buang jauh-jauh rasa takut bertanya. In the end, rasa cemas akan terbuang jika pekerjaan terselesaikan dengan baik. Komunikasi yang baik dimulai dari sikap tidak takut bertanya.

  • Persiapan. Persiapan. Persiapan.

Siapkan laptop yang sudah fully-charged, pastikan sudah membaca obrolan terbaru di grup kelas, periksa koneksi internet, buka aplikasi notes untuk mencatat materi, unduh materi pembelajaran, siapkan headset, siapkan charger, dan siapkan diri. Persiapan, persiapan, dan persiapan.

Namun, ada satu bagian yang paling sulit dilaksanakan: menjaga komunikasi. Menjaga komunikasi bisa dimulai dari hal paling sederhana, yaitu saling mengingatkan. Misalnya, dengan saling mengingatkan. Ingatkan tugas yang sebentar lagi harus dikumpulkan. Ingatkan teman yang belum dapat kelompok untuk tugas kelompok. Ingatkan unduh materi pembelajaran. Ingatkan untuk absen. Sikap ini dapat menimbulkan kepekaan sesama. Kepekaan dapat membawa harmoni dalam kerukunan. Kerukunan meminimalisir masalah, dan pada akhirnya, semua masalah dapat diselesaikan dengan komunikasi.