Komunikasi Pasangan (Seni Memahami Hubungan Pria dan Wanita). Lakukan 7 Hal ini!

Pernikahan adalah menyatukan dua insan yang berbeda karakter. Perbedaan itu menuntut pasangan untuk terampil dalam berkomunikasi. Seperti halnya obat, komunikasi diperlukan dalam mengarungi manis asamnya pernikahan.

Komunikasi Pasangan (Seni Memahami Hubungan Pria dan Wanita). Lakukan 7 Hal ini!

“Pernikahan bukanlah suatu perjuangan berat”

Komunikasi. Itu yang dipesankan orang tua sesaat setelah kita memulai hidup dengan orang baru. Komunikasi menjadi hal penting dalam pernikahan, semua masalah terselesaikan dengan jalan komunikasi.

Komunikasi, sepele sepertinya, ternyata semakin dirunut kebawah, ternyata mempunyai banyak cabang. Terbukti dengan buku yang berjudul Mens are from Mars, Women are from Venus, yang saya beli tahun lalu. Dengan 438 halaman, cukup tebal. Buku yang sudah cetak beberapa kali ini, ditahun 2019 adalah cetakan ke-32. Buku itu juga pernah menduduki peringkat tertinggi untuk karya non fiksi pada tahun 1990an. Penulis yang mempunyai latarbelakang relationship counselor ini sukses mengantarkan bukunya menjadi buku yang tak lekang oleh jaman.

Komunikasi pasangan diperlukan, karena pada dasarnya tiap pria dan wanita itu diciptakan dari planet yang berbeda (analogi buku Mens are from Mars, Women are from Venus). Dari tempat berbeda pasti mempunyai perbedaan. Perbedaan itulah yang menyebabkan gesekan dalam rumah tangga, jikalau tidak diselesaikan dengan jalan komunikasi akan semakin membesar gesekannya itu. Sejatinya, pasangan bukan makhluk yang  mempunyai kelebihan untuk bisa mendengarkan suara hati satu sama lain apalagi yang bisa bertelepati, bukan!

Oleh sebab itu benar adanya, dengan komunikasi, pernikahan bukanlah suatu perjuangan yang berat.

Lakukan 7 Hal ini Bersama Pasanganmu!

1. Beri Waktu dan Dengarkan.

Perbedaan yang terletak pada satu sisi (kaum pria) suka “masuk gua” jika ada masalah, sisi lain (kaum wanita) suka “masuk sumur” jika terlampau kecewa berat. 

Masuk gua disini berarti diam menyendiri tanpa ingin diganggu meskipun dengan pasangannya, seperti petapa yang duduk diam dalam keheningan di dalam gua. Sedangkan masuk sumur berarti menghindari kebersamaan dengan pasangan dan melakukan hal-hal diluar kendali. Semuanya mempunyai penerimaan dan pemahaman yang berbeda. 

Memberikan waktu untuk sendiri (penerimaan dan pemahaman dari kaum wanita untuk kaum laki-laki) dan menjadi pendengar yang baik (penerimaan dan pemahaman dari kaum pria untuk kaum wanita). 

2. Pahami Bahasa Kaum Wanita.

Kaum wanita cenderung lebih suka berbicara tidak langsung ke poin utamanya. Ada sedikit bahasa dramatis yang ia gunakan. Ungkapan seperti:

"Kita tak pernah jalan-jalan" (terjemahan: aku ingin pergi keluar dan melakukan sesuatu bersama),

"rumah ini selalu berantakan"(terjemahan: sekarang ini aku ingin istirahat, tapi rumah ini selalu berantakan),

"aku menginginkan lebih banyak roman" (terjemahan: mari kita luangkan waktu sejenak untuk diri kita sendiri).

Sebaiknya kaum pria bisa menangkap arti dibalik bahasa-bahasa dramatis itu. Bahasa dramatis itu berarti ada permintaan istimewa yang diajukan wanita ke pria.

3. Percayai Priamu, Cintai Wanitamu.

Kalau sebelumnya, kaum wanita suka dengan bahasa-bahasa yang mendramatisir (diperlukan terjemahan yang pas + perhatian yang lebih), berbeda lagi dengan kaum pria. Mereka tidak suka ditanya terlalu berlebihan, terlalu perhatian yang menurut kaum wanita adalah hal yang baik, belum tentu diterima baik bagi pria. Karena dengan pertanyaan dan perhatian yang berlebihan, menurut kaum pria itu adalah suatu ketidakpercayaan. Dan kaum pria tidak suka itu.

4. Berikan Respon Positif untuk Keluhan Pasangan.

Keluhan yang diterjemahkan dengan salah akan berakibat fatal. Setiap pria dan wanita mengeluhkan sesuatu karena ingin mendapatkan respon yang positif.

Disaat pria ingin mengeluh, wanita cukup mendengarkan saja tanpa menyalahkan, itu sudah merupakan respon positif. Sedangkan disaat wanita mengeluh, respon pria harusnya memberikan jaminan dan pengertian dengan cara memberikan perhatian lebih, bukan malah memberikan pembenaran disertai penjelasan yang panjang.

5. Berikan Hak Pasangan.

"Kaum pria mempertahankan hak untuk bebas, sementara kaum wanita mempertahankan hak untuk kecewa. Kaum pria menghendaki ruang gerak, sedangkan kaum wanita menghendaki pengertian."

6. Jangan Lakukan Ini, Hey Kaum Wanita.

Jangan memperbaiki tingkah laku pria atau menolongnya dengan menawarkan nasihat yang tidak diminta.

Jangan mengubah atau menguasai tingkah laku pria dengan menyampaikan kekesalah hatinya atau perasaan negatifnya.

Jangan mengeluh apa yang tidak dilakukan pria untukmu.

Jangan memberitahukan apa yang harus dilakukan pria, seolah-olah pria itu anak kecil.

Jangan mengungkapkan perasaan kecewanya secara tak langsung dengan pertanyaan retoris,"kenapa kau melakukan itu?"

Jangan membetulkan atau mengecam keputusan pria.

7. Pertengkaran = Penyakit, Komunikasi = Obat. Segera Temukan Obatnya.

Tiap pria dan wanita punya andil untuk memulai pertengkaran. Pertengkaran itu bisa disebabkan mengenai perbedaan dan perselisihan tentang uang, seks, keputusan, jadwal, nilai-nilai mendidik anak dan tanggung jawab rumah tangga.

Perbedaan dan perselisihan itulah penyebab pertengkaran. Pertengkaran bisa diselesaikan dengan komunikasi.

Komunikasi bagaimana yang dimaksud?

Komunikasi yang bisa memuaskan kebutuhan-kebutuhan cinta setiap pasangan. Kebutuhan cinta yang dibutuhkan untuk wanita (perhatian, pengertian, hormat, kesetiaan, penegasan, dan jaminan) sedangkan kebutuhan cinta yang dibutuhkan pria (kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman,persetujuan dan dorongan). Bukan berati kebutuhan “perhatian” tidak diperlukan oleh seorang pria, atau sebaliknya, bukan! Dari keenam kebutuhan itu adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diinginkan pasangan.

Selamat meyelami masing-masing pasanganmu dengan cara memenuhi kebutuhan dasar cintanya terlebih dahulu.