Komunikasi Obat Sakit Hati Paling Mujarab?

Semua masalah dapat diselesaikan dengan komunikasi.

Komunikasi Obat Sakit Hati Paling Mujarab?
Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Satu minggu yang lalu saya mengikuti sebuah perlombaan untuk membuat poster infografis. Dalam perlombaan tersebut, peserta yang sudah mengirimkan karyanya akan dimasukkan ke dalam grup whatsapp. Namun, selang satu hari saya masuk grup, kekacauan  mulai terjadi. Dikarenakan ada satu peserta yang berusaha menjatuhkan peserta lainnya salah satunya saya. Dia mengirim autolike western dengan harapan saya didiskualifikasi. Peserta-peserta yang ada di grup tersebut saling ledek, saling menyalahkan dan menghina satu sama lain. Untungnya saya sudah mengomunikasikan hal tersebut dengan panitia, dan panitia mengambil alternatif lain untuk menentukan juara favorit yaitu dengan voting melalui Google Formulir.

Di lain kesempatan grup tersebut kembali rusuh karena hal serupa terjadi, yaitu dengan vote bot di Google Formulir. Masing-masing peserta saling tuduh, bahkan sampai ada yang berkata kasar, memprovokasi, dan mengeluarkan kalimat yang menjatuhkan peserta lainnya. Hal tersebut ternyata bisa terjadi karena beberapa peserta kurang mahir dalam berkomunikasi dengan individu lainnya. Akhirnya, lawan bicaranya salah faham, dan tersinggung. Lalu terjadilah perdebatan, dan tentu saja itu sebuah masalah karena membuat kita menjadi emosi, dan membenci orang lain. Maka dari itu, diperlukan cara berkomunikasi yang baik untuk mencegah hal-hal semacam itu terjadi.

Nah, sebelum kita membahas lebih lanjut ada baiknya kita pahami dulu apa itu “komunikasi”

Komunikasi adalah aktivitas penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lainnya melalui penggunaan tanda, simbol, atau aturan semiotika yang dipahami bersama serta dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Namun, komunikasi juga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Karena sejatinya manusia akan menghargai orang lain yang memperlakukan dirinya secara baik, menghargai, dan tidak semena mena.

Hal itu terjadi karena manusia hidup dengan beragam emosi. Adanya emosi-emosi tersebut membuat seseorang menjadi manusia seutuhnya. Emosi manusia akan memengaruhi bagaimana seseorang memiliki persepsi, serta memengaruhi pikiran dan tindakan yang dilakukan. Contoh emosi yang dimiliki manusia antara lain, emosi bahagia, emosi marah, emosi takut, emosi sedih, dan lain-lain.

Di samping itu, kekuatan setiap orang untuk menerima hal yang menyebabkan emosi negatif (sedih, marah, takut, dsb) berbeda-beda. Ada yang di tegur langsung kepikiran sampai kebawa mimpi, ada yang dibentak langsung nangis semalaman. Tidak ada yang tau kekuatan setiap orang dalam menerima hal yang kita sampaikan kepada mereka.

Nah, jika kita melakukan komunikasi dengan “sembarangan” tanpa pikir panjang dan asal bicara atau asal ketik saja. Akibatnya, bisa jadi ada orang yang merasa tersakiti atau tersinggung dengan ucapan kita. Contohnya saja, jika kita memiliki sebuah pendapat, lalu ada seseorang yang menolak pendapat kita mentah-mentah. Dia menyampaikannya dengan berteriak dan marah-marah. Pasti kita juga akan merasa marah. Tapi jika kita ikut marah, masalah itu bukannya reda, malah menjadi semakin besar.

Lalu apa yang diperlukan? Komunikasi dengan cara yang baik. Tenangkan diri kita, lalu jelaskan pelan-pelan. Ajak orang tadi untuk membahasnya dengan kepala dingin. Dan…. Yap, masalah selesai! Itu salah satu bukti bahwa semua masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi.

Saya punya satu contoh lagi, kali ini datang dari kehidupan pribadi saya. Jadi, saya punya pacar. Dulu dia suka sekali marah-marah. Hanya karena hal kecil yang tidak sesuai keinginannya, dia langsung marah-marah, dan badmood ke semua orang. Saya jelas merasa terganggu dengan hal itu, akhirnya saya sering marah tidak jelas, dan merajuk. Dia kebingungan, dia tidak tau apa yang salah dengan dirinya. Akhirnya kami sering bertengkar. Bisa kita lihat di sini, masalahnya adalah kurangnya komunikasi antara kami. Komunikasi dengan cara yang baik bukan marah-marah, dan kasar. Akhirnya saya mencoba menegurnya menggunakan “future me” situs mengirim surel ke masa depan. Saya katakan kepadanya apa yang saya rasakan, dan meminta dia memperbaiki caranya marah. Dan…. Berhasil! Perlahan-lahan dia belajar, bahkan sampai sekarang dia mampu mengontrol emosi dengan baik.

Dari dua contoh di atas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa komunikaasi dengan cara yang baik sangat diperlukan untuk menghindari, atau menyelesaikan masalah.

Nah, gimana sih sebenarnya cara komunikasi yang baik itu? Berikut beberapa tips yang bisa saya berikan :

  1. Memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara.
  2. Mengakui pikiran, gagasan, atau perasaan orang lain terlebih dahulu.
  3. Berbicaralah dengan cara yang dapat diterima oleh orang lain.
  4. Berbicara dengan pelan.
  5. Memberikan pertanyaan terbuka.
  6. Bersikap sabar.
  7. Menunjukkan rasa hormat terhadap nilai-nilai yang dimiliki lawan bicara.
  8. Dan jangan lupakan 3 kata ajaib yaitu maaf, tolong, dan terima kasih.

Nah, dengan melakukan komunikasi dengan cara yang baik maka masalah-masalah seperti kesalahfahaman, emosi, sakit hati, dan lain-lain bisa diatasi. Tentu saja ini adalah langkah pertama dan utama. Maka dari itu, ayo berfikir sebelum berbicara, mulutmu harimaumu. Karena semua masalah dapat diselesaikan dengan komunikasi.