Komunikasi adalah Kunci Keharmonisan

Komunikasi adalah Kunci Keharmonisan

Dokumen pribadi

Sejak zaman dahulu hingga saat ini, manusia tidak dapat lepas dari komunikasi. Mendengar kata komunikasi, hal yang akan dipikirkan pertama kali yaitu mengenai pembicaraan antar manusia. Seluruh entitas makhluk hidup memiliki cara berkomunikasi dan sudah dapat dipastikan semuanya melakukan komunikasi hanya dengan caranya yang beragam. Cara manusia berkomunikasi tidak dapat disamakan dengan hewan dan tumbuhan. Manusia berkomunikasi menggunakan bahasa yang setiap saat bisa mengalami perkembangan. Misalkan, kata ‘bisa’ dapat mengalami perubahan seiring perkembangan zaman menjadi ‘sabi’ yang terkesan lebih mudah diterima oleh kalangan anak muda. Uniknya, manusia perlu waktu untuk belajar berkomunikasi, sedangkan hewan sudah sejak lahir dapat berkomunikasi dengan sesamanya.

Bahasa memiliki peran penting di mana komunikasi dapat terjadi. Bahasa tidak melulu tentang kata-kata, bahkan isyarat pun juga termasuk dalam bahasa. Bayangkan saja bila bahasa tidak ada, maka kekacauan akan terjadi. Semua manusia akan berdiam diri dan tidak akan ada kehidupan yang harmonis. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu Indonesia. Jika tidak ada bahasa Indonesia, maka seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke tidak dapat melakukan komunikasi karena masing-masing menggunakan bahasa daerah dan keharmonisan menjadi harapan yang nihil.

Komunikasi tidak akan lepas dari konflik, sebab dalam segala bentuk komunikasi dibutuhkan yang namanya konflik. Selama ini konflik selalu dihindari karena dapat memecah belah persatuan. Jika ingin menelisik lebih dalam, maka akan ditemukan keunikan bahwa konflik merupakan suatu cara untuk mencapai kerekatan atau ikatan dalam bentuk personal maupun komunal. Konflik membantu setiap manusia untuk berani bersuara dan menyampaikan aspirasi serta bersama-sama mencari jalan tengah dari konflik yang ada. Ketika bersama-sama saling mencari titik tengah, tentu bukan hal yang asing untuk mempererat ikatan persaudaraan.

Masalah Indonesia sejak tahun 60-an hingga saat ini tidak jauh-jauh dari nilai toleransi. Permasalahan agama terus berdetak dan ritmenya semakin cepat hingga membuat siapa pun merasa risih dan terganggu. Pelarangan pembangunan rumah ibadah, pelarangan ibadat, terorisme semakin meningkat, dan kekerasan antar agama sudah menjadi makanan pokok. Rasa resah dan tidak nyaman seperti itu dapat diselesaikan dengan komunikasi. Setiap orang harus berani menurunkan rasa ego untuk memulai komunikasi supaya masalah antar agama dapat diselesaikan. Konflik agama yang hadir tidak perlu dikhawatirkan, sebab komunikasi dapat menjadi kunci untuk memecahkan konflik dan menciptakan keharmonisan antar umat beragama.

Selain masalah agama, konflik yang cukup dekat dengan diri kita ialah keluarga. Setiap keluarga pasti memiliki permasalahannya masing-masing dan cara menyelesaikannya juga beragam. Apa pun dan bagaimana pun cara penyelesaiannya, tetap komunikasi menjadi hal fundamental yang secara mutlak akan terjadi. Masalah antara orang tua dan anak atau dengan sesama saudara, tetap akan ada komunikasi untuk menyelesaikan masalah. Seperti halnya ucapan permintaan maaf atas kesalahan yang dibuat merupakan salah satu contoh bentuk dasar dari komunikasi.

Komunikasi juga terdapat dalam diri setiap orang. Baik ketika orang tersebut sedang mengalami kesusahan atau kesenangan, komunikasi tetap akan berjalan. Misalkan seseorang yang sedang mengalami kesusahan uang akibat tindakannya yang boros, dalam menyelami rasa penyesalannya, ia memerlukan komunikasi terhadap dirinya. Berbicara dengan diri sendiri dan mulai berpikir cara dan rencana kedepannya harus bertindak sebagaimana mestinya. Bahkan ketika ia sedang berpikir, di saat itu pula komunikasi sedang terjadi, karena ia mulai berpikir dan di dalam pikirannya terdapat bahasa yang dirangkum untuk mencapai solusi dari permasalahannya.

Singkatnya, komunikasi tetap menjadi hal yang sangat penting dan mendasar. Segala kondisi dan situasi tidak akan pernah lepas dari aspek komunikasi. Semua masalah memang dapat diselesaikan dengan komunikasi. Oleh karena itu, komunikasi sudah menjadi bagian yang sangat vital untuk tetap dijaga dan terus dipertahankan supaya keharmonisan tetap terjalin erat, serta rasa persaudaraan semakin erat.