Keram Jahanam di Trail Run 25KM

Fun Run, Trail Run

Keram Jahanam di Trail Run 25KM

Malu, malu-maluin. Itu yang saya rasakan selesai ikut sebuah event trail run menyusuri candi ke candi di Jogja. 

Malu bukan karna jadi yang terakhir. Bukan karna finish 5 jam. Bukan karna lari dengan pace siput. Tapi malu karna satu kejadian unik nan penuh pelajaran. 

Sebagai atlet akhir pekan yang kadang latihan kadang tiduran saya sering ikut event lari. Tujuannya cuma pengen koleksi mendali. 

Suatu hari saya ikut trail run 25KM dengan elevasi 1KM ada hal unik terjadi. Sebagai amatiran yang  yang ikut even lari hanya untuk foto pencitraan, 15KM pertama saya masih semangat tapi 10KM terakhir adalah neraka. Neraka karna tiba-tiba keram jahanam naik ke bumi dan menghantam paha, betis sampai jempol kaki. 

Tahukan keram itu apa? Saat pahamu seperti kerasukan, tidak bisa digerakkan, dan kalau memaksa menggerakkannya akan membuatmu tersiksa. Nah itu yang saya alami, sialnya bukan cuma paha tapi bonus betis dan jempol kaki. 

Akhirnya saya putuskan saja untuk lanjut sampe garis finish sambil jalan pelan aja, yang penting finish. Tipikal amatiran yang sok-sokan kuat memang. Panas di awal kempes di akhir.

Apa itu yang membuat saya malu? Oh kawan, yang membuat saya malu bukan finish terakhir. Yang membuat saya malu adalah seorang nenek. 

Ya seorang nenek yang saya lewati di kilometer-kilometer awal. Seorang nenek yang berjalan sambil membawa kayu bakar di punggungnya. Seorang nenek yang menyapa saya di suatu tanjakan tajam, tersenyum ramah sambil menyapa "nderek langkung".

AangAbd