Kamu Mau Baju Merah?

Kamu Mau Baju Merah?

"Ini adalah cerita adalah cerita yang ku dengar saat aku masih SD."

 

Ada seorang wanita yang sedang berjalan sendirian di tengah kegelapan malam. Saat itu musim hujan, udara dingin yang menusuk hingga ke tulang menembus sweater, membuat dia sedikit gelisah dan ingin buang air kecil. Tak jauh dari tempatnya berjalan, beberapa meter di depan tampak sebuah SPBU usang yang sudah tidak beroperasi lagi. Dia berfikir dalam keadaan seperti ini bisa menggunakan toilet yang ada di sana.

 

Toilet umum SPBU di malam hari, rasannya tidak enak bukan? Mana gelap, sepi, dan semuanya.

 

Meskipun awalnya ada pergolakan batin dalam hati, akhirnya mau tidak mau, dia pergi juga ke salah satu bilik kamar kecil. Tak lama berselang dia mendengar ada suara langkah kaki, di sekitar tempat itu. Mencoba berfikir positif dia pun berusaha mengira bahwa itu hanyalah suara jejak kaki tikus yang berlalu lalang. Ketika dia sudah sedikit tenang, dia kemudian, mendengar suara memanggil keluar dari udara tipis.

 

Terdengar suara bernada tinggi bergetar

"Apakah kamu mau baju merah?"

"Oooh, Tidak. Tidaak.!"

Dia berteriak

Perempuan itu benar-benar ketakutan, ingin segera meninggalkan kamar kecil. Tetapi entah kenapa pintunya macet tidak bisa dibuka.

 

Pintu itu tersentak dan lagi-lagi suara misterius itu muncul. 

"Kamu mau baju merah?"

Sontak ia terkejut, wajahnya pucat pasi, manik-manik keringat mengucur dari sekujur tubuhnya.

 

Lalu ia berusaha sekuat tenaga mendobrak pintu, tetapi tetap tidak terbuka. Ketika dia mendengar suara itu untuk ketiga kalinya, dia menjawab dengar suara serak yang mulai putus asa.

"Tidak, aku tidak menginginkannya"

Tepat setelah itu, pintu terbuka. Tidak ada orang, tidak ada yang bicara, hanya terdengar deru nafas kasar yang lemah bercampur dengan suara rintikan hujan.

 

Wanita itu, keluar dari toilet dengan tergesa-gesa dan dipenuhi rasa takut, hingga dia tidak berani untuk melanjutkan perjalanan pulang.

 

Saat dia berusaha menenangkan diri dari rasa takutnya, dia melihat ada 2 orang polisi yang sedang berpatroli keliling di daerah itu.

 

Ia memanggil polisi dan menceritakan kejadian yang barusan di alaminya. Polisi mencoba menghilangkan rasa takut wanita itu. 

"Mungkin itu hanya ulah orang iseng yang memanfaatkan kondisi tempat ini, untuk menakuti orang-orang."

"Mungkin, saat ini ia sedang bersembunyi di suatu tempat di sini." 

"Kami tidak bisa menangkapnya sendiri."

"Apakah kamu mau membantu kami untuk menangkap orang iseng itu?" Tanya polisi kepada wanita itu.

"Bagaimana cara ku agar bisa membantu?" Sahutnya.

"Kamu hanya perlu masuk lagi ke dalam, dan saat suara itu bertanya lagi, tolong katakan "Ya". Lalu kami akan menyergapnya dari luar.

Dia pun menyetujuinya.

 

Cekrek dibukanya kembali pintu kamar kecil itu, namun kali ini dengan perasaan yang lebih berani karena ada polisi yang mendampinginya di luar.

Tak lama ia di dalam suara menyeramkan itu terdengar lagi. Dalam hatinya ia bergumam dengan penuh emosi "awas kamu orang iseng, kalo ketangkap abiiis kamu".

 

"Kamu mau baju merah?" 

Seperti yang di instruksikan dia pun meng iya kan pertanyaan itu.

”Aaaaaaaaa. Aaaaaaaa. Aaaaaaaa."

Tepat setelah ia menjawab terdengar suara teriakan mengerikan, memecah heningnya malam.

 

Lalu pintu terbuka, dan wanita itu telah mati dengan kondisi mengenaskan.

 

Hening, sesaat hanya terdengar suara tetesan air hujan. 

 

Perempuan itu di tutupi merah, seakan-akan ia mengenakan baju merah.

Ia di warnai dengan darah merah tua, tubuhnya tertusuk hingga terlihat seperti penunjuk kompas, penuh lubang dimana-mana.