IMUN AMAN IMAN AMIN

Pandemi ini mengajarkan kita banyak hal, salah satunya adalah imun, aman dan iman perlu di-amin-i

IMUN AMAN IMAN AMIN
mural karya Bali yang binal

IMUN AMAN IMAN AMIN



 

Pandemi yang terjadi sejak tahun 2019 mempengaruhi semua sektor kehidupan. COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. COVID-19 memiliki sejumlah gejala umum dan gejala yang lebih spesifik.  Gejala infeksi yang umumnya muncul di antaranya demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, bersin-bersin, lemas, nyeri sendi, pilek/flu hingga hilangnya kepekaan indra penciuman dan pengecap. Apabila ada orang yang mengalami gejala seperti itu dianjurkan melakukan pemeriksaan PCR. Penyebaran virus ini diketahui melalui droplet(percikan air liur) orang yang terinfeksi saat batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet tidak bertahan di udara, dan dengan mudah menempel dipermukaan benda. Penularan dapat terjadi dengan mudah jika anda  menghirup udara yang mengandung virus saat berada dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19, atau menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi kemudian langsung menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Untuk saat ini belum ditemukan obat yang mujarab untuk mengatasi COVID-19, namun  adanya penemuan vaksin yang diyakini bisa mencegah penularan dan mengurangi dampak bila terinfeksi memberi harapan baru bagi seluruh masyarakat. Vaksinasi COVID-19 di Indonesia diberikan sejak 13 January 2020, vaksin yang dipilih Pemerintah Indonesia adalah Vaksin Sinovac buatan China. Vaksin ini akan diberikan secara bertahap, diharapkan dapat optimal menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19, membentuk Herd Immunity(yaitu terbentuknya immunitas/kekebalan tubuh minimal 75% jumlah populasi/masyarakat. Herd immunity dipercaya akan dapat menanggulangi dan mencegah penyebaran infeksi virus), melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh,  menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan economy.

Kelompok sasaran tahapan penerima vaksin adalah yang menenuhi kriteria sehat dan berisiko, yaitu petugas kesehatan, aparat hukum dan publik, tokoh masyarakat, guru dan tenaga pendidik, aparatur pemerintah dan kelompok masyarakat rentan sesuai peraturan pemerintah dengan range umur 18-60 tahun. Apakah dengan vaksin saja sudah cukup? Vaksin itu penting namun tidak 100% menjamin kita akan sehat, terlebih jika masyarakat tidak punya kesadaran dan  tidakberusaha menjaga  diri sendiri serta keluarganya. Hal yang sangat penting bagi kita dan keluarga saat ini adalah  konsisten dalam menjaga Imun, meningkatkan ke-Aman-an, tetap ber-Iman di setiap waktu dan tempat dengan cara yang sesuai.

Sistem imun  adalah sistem kekebalan/pertahanan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan organisme/benda asing yang masuk dan sel-sel abnormal yang merugikan tubuh. Setiap orang memiliki sistem imun yang berbeda, oleh sebab itu walaupun tubuh terasa fit, tetap harus diperhatikan asupan makanan bergizi yang cukup, kebutuhan cairan tubuh agar tidak sampai dehidrasi, tambahan vitamin atau suplemen (bisa berupa ramuan herbal/jamu/empon-empon yang mudah ditemukan dan diolah, murah harganya, meriah varietas/ jenisnya, kaya manfaat), olahraga dan istirahat yang cukup.

Rasa aman dapat diciptakan dan hal ini didukung gerakan prokes(protokol kesehatan) yang diperkenalkan tenaga kesehatan dan digalakkan pemerintah. Prokes dijalankan dengan prinsip 5M yaitu dengan menjauhi kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, serta membatasi pergerakan/mobilitas. Aman untuk diri sendiri, berarti aman untuk keluarga. Jika keluarga aman maka kelompok masyarakat pun aman, hal ini berimbas pada kelompok yang lebih besar dan luas yaitu negara.

Iman adalah keyakinan dan kepercayaan dengan sepenuh hati terhadap pencipta dan alam semesta akan segala kebaikannya. Manusia percaya bahwa alam diciptakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya, walaupun pada awal penciptaan belum ada peraturan yang jelas namun manusia berhubungan baik dengan sesama mahkluk hidup dan lingkungannya, memanfaatkan hasil alam dan menjaga kelestarian alam dengan baik agar dapat diwariskan  kepada generasi penerusnya. Iman adalah sesuatu yang pribadi, terlihat dari bagaimana hubungan manusia dengan penciptanya, memperlakukan diri sendiri, sesama dan alam dengan penuh kasih, hidup dengan penuh kesadaran saat ini serta menikmati segala sesuatu dengan selalu bersyukur dan gembira. Iman dalam perkembangannya dikaitkan dengan agama-agama yang ada dan diakui serta ditetapkan dalam peraturan negara.

Apakah ada keterkaitan antara imun, aman dan iman dalam upaya mengatasi dan mencegah meluasnya pandemi ini? Dalam ajaran Agama Hindu, dikenal Konsep Tri Hita Karana, yang berarti tiga sebab bahagia, yang mengatur hubungan manusia dengan pencipta, hubungan manusia dengan sesama dan alam semesta yang harmonis sehingga menyebabkan manusia bisa mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Agama Islam menegaskan adab kebersihan dalam Hadits yang berbunyi," Sesungguhnya Allah Ta'ala itu baik(dan) menyukai kebaikan, bersih(dan) menyukai kebersihan, mulia(dan) menyukai kemuliaan, bagus(dan) menyukai kebagusan.Oleh sebab itu bersihkanlah lingkunganmu."(HR. At-Turmudzi).  Agama Kristen dalam Amsal 17:22 menegaskan," Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah  mengeringkan tulang." Imun yang baik dan terjaga meningkatkan rasa aman dan memperkuat iman. Iman yang baik akan meningkatkan imun dan menciptakan rasa aman. Aman yang stabil akan menciptakan keselarasan imun dan iman.  Dengan imun, aman dan iman yang sinergis akan menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental masyarakat, meng-Amin-i semua doa, usaha serta upaya mengatasi pandemi ini.