HUJAN DAN SEBUAH PERCAKAPAN

HUJAN DAN SEBUAH PERCAKAPAN

 

Seharian ini hujan bermain-main di halaman. Seperti biasa ia mengantar beberapa ingatan yang sebagian berpilin debu, sebagian lagi samar terbaca. Entah karena terlalu ingin dilupa entah waktu yang sengaja menghapusnya.  


“Kau paham apa yang ku inginkan, Grey?” katamu pelan sambil mengaduk kopi latte lalu meletakkannya di meja. 


"Ini tak semudah yang kau pikirkan, Ay. Tapi biar saja semua mengalir, seperti katamu.” ucapku pelan dan datar nyaris tanpa emosi. Engkau memandangku, tersenyum tanpa bicara apa-apa. 


Di jendela, desau angin memercikkan dingin, menyusup di gerai tirai merah hitam, merambat ke ujung rambutku.
Lalu saat mata kita bertemu, beberapa detik dunia seperti berhenti. Dikuasai sunyi. 
Lalu tanganmu mengusap pelan kepalaku dan menariknya dalam bidang dadamu. 
Aku terisak. Pelukanmu semakin buatku sesak. 


***